Banner v.2

257 Murid Baru SMP Negeri Banyumas Tidak Daftar Ulang, Dindik Siapkan Pengisian Kursi Kosong

257 Murid Baru SMP Negeri Banyumas Tidak Daftar Ulang, Dindik Siapkan Pengisian Kursi Kosong

Salah satu SMP Negeri di Banyumas yang daya tampungnya tidak terpenuhi 100 persen lewat SPMB online tahun ini.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 257 murid baru yang dinyatakan diterima di SMP negeri se-Kabupaten Banyumas tidak melakukan daftar ulang. Kondisi tersebut membuat ratusan kursi kosong, meski sebagian akan diisi kembali melalui mekanisme pemanggilan calon murid sesuai urutan peringkat.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Banyumas, Purnono Hesti Widijanto, mengatakan jumlah murid baru yang diterima di 73 SMP negeri se-Kabupaten Banyumas mencapai 15.423 anak. Namun, dari jumlah tersebut terdapat 257 murid yang tidak melakukan daftar ulang.

"Kalau secara keseluruhan kekosongan kursi SMP Negeri di Banyumas termasuk kekurangan pendaftar di sejumlah SMP negeri itu ada 385 anak," katanya kepada Radarmas, Kamis (9/7).

Purnono menjelaskan terdapat 12 SMP negeri yang seluruh murid barunya melakukan daftar ulang atau mencapai 100 persen. Sekolah tersebut yakni SMP Negeri 3 Ajibarang, SMP Negeri 1 Banyumas, SMP Negeri 4 Kedungbanteng, SMP Negeri 1 Kemranjen, SMP Negeri 1 Lumbir, SMP Negeri 3 Lumbir, SMP Negeri 1 Patikraja, SMP Negeri 1 Pekuncen, SMP Negeri 1 Purwojati, SMP Negeri 1 Somagede, SMP Negeri 1 Tambak, dan SMP Negeri 2 Wangon.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Banyumas Kekurangan 64 Murid SD, MPLS Sudah Dekat, Pendaftaran Masih Berlangsung

Meski seluruh murid yang diterima telah melakukan daftar ulang, tidak semua sekolah berhasil memenuhi daya tampung. Hal itu terjadi karena jumlah pendaftar sejak awal memang belum mencukupi kuota yang tersedia.

"Dari 12 sekolah tersebut meskipun murid baru yang diterima 100 persen daftar ulang, tidak semua sekolah daya tampungnya terpenuhi seperti SMP Negeri 3 Lumbir karena memang kekurangan pendaftar," terang dia.

Untuk SMP negeri di luar wilayah eks Kotip Purwokerto, kekosongan kursi akibat murid yang tidak daftar ulang akan diisi kembali mulai Jumat (10/7). Pengisian dilakukan dengan memanggil calon murid berdasarkan urutan peringkat berikutnya sesuai jurnal akhir Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Sementara itu, SMP negeri di wilayah eks Kotip Purwokerto sepakat tidak melakukan pengisian kursi kosong yang ditinggalkan murid baru yang tidak daftar ulang. Kebijakan tersebut diambil karena jumlah kursi yang kosong dinilai relatif sedikit.

"Untuk SMP Negeri eks Kotip mereka sepakat kekurangan kursi karena adanya murid baru yang tidak daftar ulang dibiarkan kosong dengan pertimbangan yang tidak daftar ulang sedikit," pungkas Purnono. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: