Banner v.2

700 Guru Madrasah Banyumas Diusulkan Terima Insentif Rp250 Ribu, Penerima Masih Menunggu Kuota dari Pusat

700 Guru Madrasah Banyumas Diusulkan Terima Insentif Rp250 Ribu, Penerima Masih Menunggu Kuota dari Pusat

Pelayanan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas, Rabu (8/7). Tak hanya kelembagaan dan murid, tunjangan insentif guru madrasah juga menjadi tugas seksi tersebut untuk diverval.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 700 guru madrasah di Kabupaten Banyumas diusulkan menerima tunjangan insentif bagi guru non ASN non sertifikasi. Saat ini, seluruh usulan tersebut masih menjalani proses verifikasi dan validasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas sebelum ditetapkan sesuai kuota dari pemerintah pusat.

Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas urusan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Taufik H mengatakan, besaran tunjangan insentif bagi guru madrasah non ASN non sertifikasi sebesar Rp250 ribu per bulan. Tunjangan tersebut dicairkan setiap semester, sedangkan seluruh usulan yang masuk terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan validasi oleh Seksi Pendidikan Madrasah.

"Usulan ada sekitar 700 guru madrasah. Yang cair menyesuaikan kuota pusat," katanya saat ditemui Radarmas, Rabu (8/7).

Taufik menjelaskan, tunjangan insentif bagi guru madrasah non ASN non sertifikasi bukan merupakan program baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, guru madrasah non ASN non sertifikasi juga menerima bantuan serupa, hanya saja saat itu masih menggunakan nama tunjangan fungsional.

BACA JUGA:Empat Tim UMP Lolos Pendanaan dan Insentif PKM 2026, Bukti Semangat Inovasi Mahasiswa Tetap Tinggi

Nominal yang diterima pun tidak berubah, yakni tetap Rp250 ribu per bulan. Menurutnya, seluruh guru yang memenuhi persyaratan akan tetap diusulkan sebagai penerima bantuan tersebut.

"Prinsip semua guru yang memenuhi syarat diusulkan untuk menerima tunjangan insentif," terang dia.

Terkait pencairan, Taufik menyebut untuk semester pertama tahun ini seharusnya dana sudah mulai disalurkan. Namun, pihaknya tidak dapat memastikan waktu pencairan karena proses transfer dilakukan langsung ke rekening masing-masing guru penerima.

"Kapan cair yang tahu persis guru. Langsung masuk ke rekening penerima," pungkas Taufik. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: