Banner v.2

Harga Oli Motor di Banyumas Naik Bertahap, Pasokan Terganggu, Bengkel Tahan Tarif Jasa

Harga Oli Motor di Banyumas Naik Bertahap, Pasokan Terganggu, Bengkel Tahan Tarif Jasa

Harga oli yang terus naik belum diikuti kenaikan tarif jasa servis di sejumlah bengkel Banyumas, Selasa (7/7/2026).-WAFI ZAKIYAH/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Harga oli sepeda motor di sejumlah bengkel di Banyumas terus merangkak naik sejak akhir April 2026. Kenaikan yang mencapai Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per botol itu dipicu terganggunya pasokan bahan baku dan distribusi internasional, meski bengkel masih menahan tarif jasa agar pelanggan tidak semakin terbebani.

Pemilik Bengkel Sena Jaya di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Suseno mengatakan, sebelumnya oli dijual sekitar Rp40 ribu per botol. Kini, sebagian besar produk sudah berada di kisaran Rp50 ribu ke atas.

Untuk kemasan 0,8 liter, harga kini berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per botol. Sementara kemasan 1 liter dijual Rp60 ribu hingga Rp65 ribu, bergantung pada merek produk.

Menurut Suseno, pada awalnya hanya beberapa merek yang mengalami kenaikan harga. Namun, seiring berjalannya waktu hampir seluruh merek oli ikut mengalami penyesuaian.

BACA JUGA:Harga Oli di SPBU Banjarnegara Naik Dua Kali dalam Dua Bulan

"Naiknya bertahap sejak akhir April. Sekarang hampir semua merek sudah naik. Yang paling banyak dicari pelanggan masih Federal, MPX, dan Shell," katanya, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi terbatasnya pasokan bahan baku. Selain itu, terganggunya jalur distribusi internasional akibat konflik di Timur Tengah membuat distributor harus mencari pasokan alternatif dengan harga yang lebih tinggi.

"Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta naiknya harga plastik sebagai bahan kemasan juga mungkin ikut mendorong kenaikan harga oli," ujar Suseno.

Tidak hanya pelumas, sejumlah suku cadang kendaraan juga mengalami kenaikan harga dari distributor. Meski demikian, Bengkel Sena Jaya masih mempertahankan layanan penggantian oli tanpa biaya jasa sehingga pelanggan hanya membayar harga oli.

Suseno mengaku banyak pelanggan yang awalnya terkejut dengan kenaikan harga tersebut. Namun, sebagian besar tetap mengganti oli karena memahami pelumas merupakan komponen yang wajib diganti secara berkala.

"Banyak yang protes dan kaget harganya naik. Tapi mau bagaimana lagi, oli memang harus rutin diganti," ujarnya.

Hal senada disampaikan pemilik bengkel di Purwokerto Utara, Yamin (52). Menurutnya, seluruh merek oli mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi komponen otomotif dengan lonjakan harga paling besar.

"Paling besar itu cairan pelumas seperti oli dan minyak karena mengikuti harga dunia. Kalau komponen lain juga naik, terutama yang berbahan plastik seperti vanbelt dan bodi kendaraan," ujarnya.

Yamin memperkirakan kenaikan harga pelumas dan sejumlah suku cadang berada di kisaran 10 hingga 15 persen. Produk yang sebelumnya dijual sekitar Rp50 ribu kini dapat mencapai Rp65 ribu, tergantung jenis dan mereknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: