Banner v.2

Rumput Alun-alun Purwokerto Dirawat Saat Kemarau, Warga Diminta Hindari Area yang Dipasang Safety Line

Rumput Alun-alun Purwokerto Dirawat Saat Kemarau, Warga Diminta Hindari Area yang Dipasang Safety Line

PERAWATAN KHUSUS. DLH melakukan perawatan khusus rumput Alun-alun Purwokerto, dibeberapa titik. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Musim kemarau mulai berdampak pada kondisi rumput di Alun-alun Purwokerto. Untuk menjaga kualitasnya tetap baik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas melakukan perawatan khusus dan meminta masyarakat sementara waktu tidak menginjak area yang dipasangi safety line.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Arif Sugiono mengatakan, ada beberapa titik di Alun-alun Purwokerto yang saat ini sedang menjalani perawatan khusus. Area tersebut sengaja dipasangi safety line sebagai penanda agar tidak dilintasi pengunjung selama proses pemulihan berlangsung.

"Lagi perawatan khusus. Tidak boleh diinjak sementara untuk yang kita tandai," kata dia.

Arif menjelaskan, area yang saat ini mendapat perawatan khusus berada di sisi tenggara Alun-alun Purwokerto. Langkah tersebut dilakukan karena intensitas hujan mulai berkurang sehingga rumput membutuhkan penanganan lebih intensif agar tetap terawat.

BACA JUGA:Alun-alun Purwokerto Ditutup Sementara, Rumput Menguning Saat Kemarau

"Karena kemarau sudah jarang hujan, jadi kita lakukan perawatan khusus. Prinsipnya agar masyarakat bisa menikmati Alun-alun dengan nyaman," ucapnya.

Menurutnya, musim kemarau membuat perawatan Alun-alun Purwokerto harus dilakukan lebih ekstra dibandingkan saat musim hujan. Meski demikian, DLH tetap berupaya menjaga agar masyarakat masih bisa menikmati ruang terbuka tersebut tanpa harus menutup seluruh akses.

"Hujan sudah mulai jarang, sehingga kita harus ekstra tanpa menutup akses masyarakat," paparnya.

Perawatan khusus yang dilakukan meliputi penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembapan rumput selama musim kemarau. Selain itu, petugas juga membalik rumput agar bagian bawah ikut mendapatkan sinar matahari sehingga pertumbuhannya tetap optimal.

"Kita masih melihat 7-10 hari (lama perawatan khusus)," tuturnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: