Belanja Daring Gerus Penjualan Seragam di Banyumas, Toko Fisik Kehilangan Momen Panen Tahun Ajaran Baru
Orang tua bersama anaknya memilih seragam sekolah di Toko Siaga Kebondalem, Purwokerto, jelang libur sekolah selesai, Senin (6/7/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Musim penerimaan siswa baru yang dulu menjadi masa panen bagi pedagang seragam sekolah kini tak lagi mendongkrak penjualan secara signifikan. Perubahan kebiasaan masyarakat yang beralih ke belanja online membuat omzet toko seragam di Purwokerto terus melambat.
Kondisi tersebut dirasakan Toko Siaga Kebondalem, Purwokerto. Pemilik toko, Liyanto (56), mengatakan penjualan memang mulai meningkat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (6/7/2026), tetapi kenaikannya hanya sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa.
Menurut Liyanto, kondisi itu sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika tokonya selalu dipenuhi pembeli menjelang masuk sekolah. Dalam tiga tahun terakhir, tren penjualan terus menurun karena semakin banyak masyarakat memilih berbelanja melalui platform daring.
"Dampaknya terasa sekali. Dulu kurang satu minggu sebelum masuk sekolah pembeli sudah penuh sesak di toko. Sekarang kondisinya sudah tidak seperti itu lagi karena banyak yang memilih belanja online," katanya.
BACA JUGA:Jelang Masuk Sekolah, Pasar di Banyumas Mulai Ramai Pembeli Berburu Seragam
Liyanto mengatakan Toko Siaga telah melayani kebutuhan masyarakat sejak 1995. Selain menjual berbagai jenis seragam sekolah, toko tersebut juga menyediakan seragam dinas PNS, aneka seragam lainnya, perlengkapan sekolah, hingga alat tulis kantor (ATK).
Mengikuti perubahan pasar, pihaknya menambah produk ATK dan berbagai aksesori perlengkapan dinas. Namun, upaya tersebut belum mampu mengimbangi dampak persaingan dengan toko online yang semakin berkembang.
"Sekarang memang lesu. Kulakan juga dikurangi karena penjualannya tidak sebanyak dulu, mungkin faktor ekonomi juga yah, apa-apa sedang mahal," ujarnya.
Ia menjelaskan stok seragam didatangkan dari sentra konveksi di Tasik, Solo, dan Bandung. Di tokonya, satu setel seragam sekolah dijual mulai Rp100 ribu dan tersedia pula layanan bordir nama untuk melengkapi kebutuhan siswa sebelum tahun ajaran baru.
Menurut Liyanto, pola pembelian seragam sekolah juga mulai berubah. Kini banyak sekolah membebaskan orang tua membeli sendiri seragam umum, sedangkan yang biasanya diwajibkan hanya seragam identitas sekolah dan seragam olahraga.
Meski belanja online semakin diminati, sebagian masyarakat tetap memilih datang langsung ke toko. Mereka ingin memastikan ukuran pakaian sesuai sekaligus memeriksa kualitas bahan sebelum membeli.
Salah satunya Endang, warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, yang membeli seragam untuk anaknya yang akan masuk SMP. Ia mengaku lebih nyaman berbelanja langsung karena dapat melihat kualitas bahan dan mencoba ukuran pakaian.
"Kalau beli online sering tidak sesuai ekspektasi. Kalau di sini harganya murah dan bisa milih. Kalau online kan enggak bisa mencoba, kadang kebesaran, kekecilan atau kadang bahannya beda sama keterangan yang tertera," tuturnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
