Banner v.2

Sekolah Integrasi Banyumas Siap Transit di Kalibagor, Eks SMPN 1 Dikebut Rampung Sebelum MPLS Dimulai

Sekolah Integrasi Banyumas Siap Transit di Kalibagor, Eks SMPN 1 Dikebut Rampung Sebelum MPLS Dimulai

Dimulai akhir Juni, rehabilitasi eks gedung SMP Negeri 1 Kalibagor sebagai lokasi transit bakal Sekolah Integrasi dikebut sampai 20 Juli.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Persiapan lokasi transit Sekolah Integrasi di Kabupaten Banyumas terus dipercepat menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Eks gedung SMP Negeri 1 Kalibagor ditargetkan siap digunakan sebelum peserta didik baru menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banyumas, Taryono, mengatakan Banyumas menjadi satu dari lima daerah di Jawa Tengah yang akan memiliki Sekolah Integrasi. Bersama Jepara, Banyumas menjadi kabupaten yang masuk tahap pertama pelaksanaan program tersebut.

"Perkiraan anggaran per lokasi Rp250 miliar untuk unit sekolah baru dengan luas tanah minimal 20 hektare. Kemudian yang konsolidasi itu Rp50 miliar. Konsolidasi artinya mengkonsolidasikan SD, SMP dan SMA yang sudah ada dan berdekatan di satu lokasi untuk dikembangkan sebagai Sekolah Integrasi," katanya.

Sambil menunggu pembangunan gedung permanen di kawasan Bumi Perkemahan Kendalisada Kalibagor dimulai, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di eks SMP Negeri 1 Kalibagor. Dinas Pendidikan pun mempercepat penyiapan sarana dan prasarana di lokasi tersebut.

BACA JUGA:Sekolah Integrasi Pakai Eks SMPN 1 Kalibagor Banyumas, Menunggu Gedung Permanen di Kendalisada Rampung

Taryono menjelaskan rehabilitasi eks gedung SMP Negeri 1 Kalibagor didanai melalui gabungan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengadaan sarana prasarana dan APBD murni melalui kegiatan rehabilitasi sekolah Bidang Pembinaan SMP. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Dari hasil Zoom terakhir target transit bakal Sekolah Integrasi tahun ini melayani jenjang SMP dua rombel dan SMA dua rombel. Jumlah murid per rombel 20 anak," terang dia.

Menurut Taryono, persiapan lokasi transit ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026. Dengan demikian, peserta didik baru dapat mengikuti MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 27 atau 28 Juli 2026.

Jadwal tersebut berbeda sekitar dua pekan dibandingkan pelaksanaan MPLS sekolah reguler yang dimulai pada 13 Juli 2026. Perbedaan waktu itu dimanfaatkan untuk memastikan seluruh kesiapan Sekolah Integrasi dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar dimulai.

"Selisih dua minggu dengan MPLS sekolah reguler yang dimulai 13 Juli," pungkas Taryono. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: