Guru Bahasa Inggris SMP Berlebih, Ribuan Formasi ASN Pendidikan di Banyumas Justru Masih Kurang
Pelayanan Bidang PGTK Dinas Pendidikan Banyumas. Dalam kondisi kekurangan guru ASN di Banyumas, guru Bahasa Inggris SMP justru berlebih.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dinas Pendidikan Banyumas mencatat jumlah guru ASN Bahasa Inggris tingkat SMP di Banyumas mengalami kelebihan dibanding kebutuhan ideal. Dari hasil pemetaan 16 jenis guru ASN, hanya formasi guru Bahasa Inggris SMP yang berstatus berlebih sementara bidang lain masih kekurangan tenaga pengajar.
Data Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Banyumas menunjukkan kebutuhan ideal guru ASN Bahasa Inggris SMP sebanyak 217 orang untuk 1.424 rombongan belajar. Namun kondisi saat ini jumlah guru ASN Bahasa Inggris SMP tercatat mencapai 229 orang atau lebih 12 guru.
Kepala Seksi PGTK SMP Dinas Pendidikan Banyumas, Lutfi Hidayat, S.Pd mengatakan secara umum kondisi guru ASN SMP di Banyumas masih mengalami kekurangan. Dari 12 jenis guru SMP, hampir seluruhnya masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik.
“Dari jumlah ideal 2.432 guru ASN SMP, jumlah guru yang ada 1.986 guru,” terang dia.
BACA JUGA:Dindikbud Purbalingga Proses BAP Guru Terlapor Dugaan Perilaku Tak Pantas, Terancam Sanksi Berat
Selain guru Bahasa Inggris yang berlebih, sejumlah mata pelajaran lain justru mengalami kekurangan guru ASN. Di antaranya guru Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bimbingan Konseling (BK), Informatika, IPA, IPS, Matematika, Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Pancasila, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), serta Seni Budaya dan Prakarya.
Kekurangan guru tersebut masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di tingkat SMP. Kondisi itu juga berdampak pada distribusi beban mengajar di sejumlah sekolah.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi pada jenjang TK dan SD di Banyumas. Kepala Seksi PGTK SD Dinas Pendidikan Banyumas, Yusep Kurniawan, mengatakan seluruh formasi guru ASN SD masih mengalami kekurangan.
Kebutuhan guru ASN yang kurang meliputi guru kelas SD, guru Pendidikan Agama Islam dan guru PJOK. Jika ditotal bersama kebutuhan guru ASN TK, jumlah kekurangan tenaga pendidik mencapai 1.320 orang.
BACA JUGA:Cabdin V Fun Fun 5K, Ajang Memperkuat Kolaborasi Guru Dan Tenaga Pendidikan
Menurut Yusep, kekurangan tenaga pendidik di lapangan saat ini masih dibantu oleh guru dan tenaga kependidikan non ASN. Tercatat sebanyak 826 guru dan tenaga kependidikan non ASN ikut membantu proses pembelajaran di sekolah.
“Yang 826 guru dan tenaga kependidikan non ASN tidak masuk rekap kebutuhan guru karena data tersebut khusus kondisi guru ASN TK, SD dan SMP,” pungkasnya.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
