Banner v.2

Komisi II Usulkan Tiga Opsi Untuk Minimalisir Terjadinya Kecelakaan di Ruas Kemranjen-Sokawera Banyumas

Komisi II Usulkan Tiga Opsi Untuk Minimalisir Terjadinya Kecelakaan di Ruas Kemranjen-Sokawera Banyumas

Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas melaksanakan RDP, Selasa 7 April 2026. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas jalur KemranjenSokawera yang kerap terjadi kecelakaan. Rapat digelar Selasa (7/4/2026) dengan menghadirkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinkominfo, serta Camat Kemranjen dan Camat Somagede.

RDP tersebut menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan kabupaten, khususnya di wilayah Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen. Kondisi ini dinilai perlu penanganan serius agar tidak terus berulang.

"Jalur Kemranjen-Sokawera, adalah jalan kabupaten yang sering sekali terjadi kecelakaan lalu lintas khususnya yang berada di wilayah desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen. Walaupun di daerah Tanggeran, Somagede juga beberapa kali terjadi kecelakaan," kata Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Dedi Supriyanto. Ia menegaskan perlunya langkah konkret dari semua pihak.

Dedi menuturkan, karakteristik jalan dari Karangsalam ke arah selatan hingga Alasmalang memiliki turunan curam yang panjang. Kondisi tersebut berlangsung hampir terus menerus tanpa banyak jalur aman untuk berhenti.

BACA JUGA:Nekat Nyalip Motor Masuk Kolong Bus, Kecelakaan Dini Hari di Tikungan Lumbir Banyumas

"Hanya ada sedikit jalur yang bisa buat istirahat dari pengereman. Rata-rata kejadian itu banyak yang orang pertama kali lewat kesitu atau orang yang kendaraannya kurang fit atau muatannya berlebih," ujarnya. Situasi ini membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.

Dari hasil RDP, sejumlah usulan muncul untuk menekan angka kecelakaan di jalur tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalur penyelamat bagi kendaraan.

"Ada beberapa usulan usulan yang memungkinkan untuk dilaksanakan, atau usulan yang muncul itu salah satunya yang pertama jalur penyelamat, walaupun ini tentunya akan kita kaji karena ini membutuhkan biaya yang cukup lumayan," ujarnya. Usulan ini masih akan dikaji lebih lanjut dari sisi teknis dan anggaran.

Selain itu, optimalisasi lampu penerangan jalan umum juga menjadi perhatian. Penerangan yang memadai diharapkan dapat membantu pengendara lebih waspada saat melintas di jalur tersebut.

BACA JUGA:Kecelakaan Idulfitri Turun, Data Jasa Raharja Tunjukkan Fatalitas Menyusut, Rekayasa Lalu Lintas Efektif

"Yang ketiga rambu-rambu kita optimalkan," paparnya. Ia menambahkan, penguatan rambu lalu lintas menjadi langkah penting lainnya.

Saat ini, sejumlah rambu sebenarnya telah terpasang di sepanjang jalur tersebut. Di antaranya rambu pembatasan tonase, peringatan turunan curam dan panjang, serta anjuran menggunakan gigi rendah.

"Tapi, mungkin orang tidak baca begitu," paparnya. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan lain selain sekadar pemasangan rambu.

Opsi pemasangan pembatas ketinggian kendaraan sempat dipertimbangkan sebagai langkah preventif. Namun, rencana tersebut tidak diambil karena mempertimbangkan aktivitas ekonomi warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: