Mini Soccer Buka Porseni MI Banyumas 2026, Venue Dipindah ke Stadion Wahyu Aji Ajibarang
Simbolis tendangan pertama oleh pengawas MI Ajibarang menandai dimulainya pembukaan kick off partai pertama Porseni MI cabor mini soccer, Rabu (4/2).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Cabang olahraga mini soccer membuka rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Banyumas tahun 2026, Rabu (4/2). Sebanyak 22 tim ambil bagian dalam pertandingan pembuka yang digelar di Stadion Wahyu Aji, Ajibarang.
Jumlah peserta mini soccer Porseni MI tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni 22 tim yang mewakili 22 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI se-Kabupaten Banyumas. Namun, lokasi pelaksanaan bergeser dari Stadion Satria Purwokerto ke Stadion Wahyu Aji Ajibarang.
Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kemenag Kabupaten Banyumas, Dwiharso Listiawan, menjelaskan perubahan venue dilakukan karena Stadion Satria digunakan sebagai kandang Persibas dalam kompetisi Liga 4 Jawa Tengah.
“Sebenarnya sudah diagendakan dan dibooking di Stadion Satria. Tetapi karena berbenturan dengan jadwal tim Persibas maka dengan terpaksa bergeser ke Stadion Wahyu Aji,” katanya saat ditemui Radarmas, Rabu (4/2).
BACA JUGA:Turnamen Yanuar Mini Soccer Yanuar Fun Cup Jadi Ajang Silaturahmi Kader PKS
Dwiharso menyebut mini soccer menjadi pembuka Porseni MI 2026 untuk bidang olahraga. Rangkaian cabor lainnya akan dilaksanakan secara bertahap, yakni renang pada 22 April, kemudian sepak bola, bulu tangkis, sepak takraw, voli, dan catur pada 28 April, serta ditutup dengan cabang atletik pada 30 April. Setelah agenda olahraga, Porseni MI bidang seni dijadwalkan berlangsung pada 12 April di MI Negeri 1 Banyumas.
“Mini soccer tahun ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan dalam Porseni MI, melihat antusiasme peserta didik yang luar biasa. Selain itu, kami juga menghidupkan kembali cabor renang yang sempat vakum pascapandemi Covid-19,” terangnya.
Terkait peluang juara umum Porseni MI 2026, Dwiharso menilai seluruh KKM kecamatan memiliki kesempatan yang sama. Ia menyebut prestasi selama ini cukup merata antarwilayah, meski untuk cabang bulu tangkis KKM di wilayah Kota Purwokerto kerap mendominasi karena dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai.
“Tujuan Porseni MI bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga untuk pencarian bibit atlet pelajar sejak dini. Dari sini kami bisa melihat respon masing-masing KKM dalam menyukseskan event kebanggaan warga madrasah ini,” pungkas Dwiharso. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

