Banner Honda

Jangan Anggap Timbangan Digital Selalu Akurat, Metrologi Purbalingga Ingatkan Pedagang Wajib Tera Ulang

Jangan Anggap Timbangan Digital Selalu Akurat, Metrologi Purbalingga Ingatkan Pedagang Wajib Tera Ulang

Kegiatan tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya di Pasar Kejobong, Selasa (1/9/2026).-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA – Timbangan digital yang digunakan pedagang belum tentu selalu akurat. UPTD Metrologi Legal Kabupaten Purbalingga mengingatkan pedagang tetap melakukan tera dan tera ulang secara berkala untuk melindungi hak konsumen.

Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan sidang tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) di Pasar Kejobong, Selasa (1/9/2026).

Koordinator Tera Tera Ulang UPTD Metrologi Legal Purbalingga, Wildan Aufa Adli, mengatakan pengujian dilakukan untuk memastikan alat ukur yang digunakan pedagang tetap menunjukkan hasil yang tepat. Hal ini penting agar transaksi tidak merugikan pembeli maupun pedagang.

Timbangan yang dinyatakan lolos uji dan masih layak akan disahkan. Sementara alat yang rusak atau tidak akurat akan disarankan untuk diperbaiki.

BACA JUGA:UPTD Metrologi Purbalingga Gelar Tera Ulang di Pasar Bukateja, 70 Persen Pedagang Masih Pakai Timbangan Manual

Di Pasar Kejobong, petugas masih menemukan penggunaan timbangan mekanik seperti timbangan meja, dacin, dan sentisimal. Di sisi lain, penggunaan timbangan digital juga mulai semakin banyak.

Menurut Wildan, timbangan digital memang memudahkan transaksi karena angka berat dapat dilihat langsung oleh penjual dan pembeli. Namun, anggapan bahwa timbangan elektronik otomatis selalu akurat justru menjadi persoalan yang perlu diluruskan.

Pengujian timbangan digital tetap dilakukan menggunakan anak timbangan standar secara bertahap. Cara tersebut diperlukan untuk memastikan hasil pengukuran sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Ini PR kami untuk mensosialisasikan kepada pedagang khususnya. Meski sudah pakai timbangan elektronik tetapi juga perlu ditera tera ulang," kata Wildan. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: