Banner Honda

Data DTSEN Triwulan III 2026: 53.304 Keluarga di Purbalingga Masuk Desil 1

Data DTSEN Triwulan III 2026: 53.304 Keluarga di Purbalingga Masuk Desil 1

Pelayanan Dinsospermasdesp3a Kabupaten Purbalingga di Mal Pelayanan Publik. Data DTSEN Triwulan III 2026 mencatat 53.304 keluarga masuk Desil 1.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA – Sebanyak 53.304 keluarga atau 162.034 jiwa di Kabupaten Purbalingga masuk kelompok Desil 1 berdasarkan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Triwulan III 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan masih besarnya kelompok masyarakat yang berada pada peringkat terbawah dalam pemeringkatan kondisi sosial ekonomi DTSEN.

Staf Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsospermasdesp3a Kabupaten Purbalingga, Danang Prasetiawan, mengatakan data DTSEN bersifat dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan.

“Pemutakhiran terakhir sudah dilakukan bulan Juli untuk Triwulan III. Jadi status desil masyarakat bisa berubah setiap tiga bulan,” kata Danang, Minggu (30/8/2026).

BACA JUGA:500 Ribu Warga Banyumas Masuk Desil I dan II, Data DTSEN Catat 280.470 Individu di Kelompok Terbawah

Selain Desil 1, terdapat 48.790 keluarga yang masuk Desil 2. Sementara kelompok Desil 6 hingga 10 mencapai 127.880 keluarga.

Dinsospermasdesp3a juga mencatat masih ada 16.645 keluarga yang belum dilakukan pemeringkatan.

Menurut Danang, pemutakhiran data dapat dilakukan melalui beberapa jalur. Salah satunya melalui operator desa yang mengusulkan perbaikan data untuk kemudian disahkan bupati dan diteruskan ke Kementerian Sosial.

Masyarakat juga dapat mengajukan pemutakhiran secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos. Data yang masuk selanjutnya diverifikasi oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA:Sensus Ekonomi Belum Rampung, BPS Purbalingga Tegaskan Data Desil Bukan Hasil Sensus

“Ada satu lagi yang baru, yakni kanalnya BPS untuk update DTSEN. Yang melakukan perangkingan BPS pusat, kami hanya sebagai tim pelaksana,” jelasnya.

Pemeringkatan DTSEN dilakukan berdasarkan 41 variabel data. Sistem tersebut menjadi dasar pemerintah dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dengan jumlah Desil 1 yang mencapai lebih dari 53 ribu keluarga, pemutakhiran data menjadi penting untuk memastikan perubahan kondisi ekonomi warga ikut tercermin dalam basis data penerima program sosial. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: