Tanaman Median Jalan Mulai Mengering, DPUPR Purbalingga Gelontorkan 15 Ribu Liter Air Bersih per Hari
Petugas DPUPR Kabupaten Purbalingga menyiram tanaman di median jalan menggunakan truk tangki untuk mencegah tanaman mengering selama musim kemarau.-Aditya/Radarmas-
PURBALINGGA – Musim kemarau mulai berdampak pada ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan Purbalingga. Tanaman di sejumlah median jalan terlihat mulai mengering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Untuk mencegah tanaman mati, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga mengintensifkan penyiraman menggunakan armada truk tangki. Setiap hari, sekitar 15 ribu liter air bersih dialokasikan untuk menjaga tanaman tetap hidup.
Kepala DPUPR Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, mengatakan penyiraman dilakukan menggunakan tiga truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.
"Sekitar tiga tangki dengan kapasitas 5 ribu liter air bersih. Jadi per hari ada sekitar 15 ribu liter air bersih yang kami gunakan untuk menyiram tanaman di median jalan," katanya kepada Radarmas, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:Rumput dan Tanaman Liar Tumbuh Subur di Sejumlah Trotoar Jalan Wilayah Perkotaan Purbalingga
Dia menjelaskan, penyiraman akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. DPUPR belum dapat memastikan kapan kegiatan tersebut akan dihentikan karena bergantung pada kondisi cuaca.
"Kalau dibiarkan tidak disiram, tanaman akan mati. Jadi kami akan terus melakukan penyiraman manual," tambahnya.
Penyiraman difokuskan di sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Mayjen Sungkono. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga estetika kota sekaligus mempertahankan fungsi penghijauan di kawasan perkotaan. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
