Banner v.2

Libur Sekolah, Pendaki Gunung Slamet Tembus 1.000 Orang per Akhir Pekan, BPBD Ingatkan Bahaya Karhutla

Libur Sekolah, Pendaki Gunung Slamet Tembus 1.000 Orang per Akhir Pekan, BPBD Ingatkan Bahaya Karhutla

Para pendaki di Pos Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, saat libur sekolah.-Dok. BPBD Kabupaten Purbalingga-

PURBALINGGA – Lonjakan jumlah pendaki di Gunung Slamet selama libur sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui jalur pendakian Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, jumlah pendaki pada akhir pekan diperkirakan mencapai 700 hingga 1.000 orang.

Meningkatnya aktivitas pendakian pada musim kemarau membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui sosialisasi langsung kepada para pendaki sebelum memasuki jalur pendakian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, mengatakan tingginya jumlah pendaki sejalan dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan.

"Jalur pendakian Gunung Slamet di musim kemarau yang kebetulan musim liburan sekolah pada akhir pekan selalu dilalui sekitar 700–1.000 pendaki. Hal ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya kebakaran hutan," katanya.

BACA JUGA:Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara, 21 Pendaki Turun Dengan Selamat

Menurutnya, seluruh pendaki memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Slamet dengan mematuhi aturan selama pendakian.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengumpulkan para pendaki di gerbang Pos Pendakian Bambangan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla dan tindakan pencegahannya.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen BPBD Kabupaten Purbalingga dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, pendaki diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api unggun maupun pembakaran sampah benar-benar padam sebelum ditinggalkan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran hutan. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: