Purbalingga Targetkan 62 Desa Wisata, Siapkan 30 Destinasi Baru Dukung Program Jateng
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga Sadono bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono saat diskusi Gelar Desa Wisata pada Festival Gunung Slamet #9 di d'LAS Desa Ser-Aditya/Radarmas-
PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menargetkan memiliki 62 desa wisata pada 2026. Artinya, sebanyak 30 desa wisata baru akan dibentuk untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menargetkan lahirnya 1.000 desa wisata baru.
Saat ini, Kabupaten Purbalingga telah memiliki 32 desa wisata. Pemerintah daerah kini mulai memetakan desa-desa yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sadono, mengatakan proses pemetaan menjadi tahapan penting karena pembentukan desa wisata tidak bisa dilakukan secara instan.
"Saat ini kami dalam proses pemetaan desa-desa mana yang berpotensi sebagai desa wisata baru," katanya saat diskusi Gelar Desa Wisata pada Festival Gunung Slamet (FGS) #9 di d'LAS Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Jumat (3/7/2026).
BACA JUGA:Pemkab Purbalingga Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis untuk 32 Desa Wisata
Menurutnya, penambahan desa wisata diharapkan mampu memperluas pemerataan manfaat sektor pariwisata hingga ke pedesaan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengungkapkan hingga kini telah terdapat 899 desa wisata yang resmi ditetapkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
"Program kami adalah menambah 1.000 desa wisata lagi," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat promosi digital dengan mencetak konten kreator di desa-desa wisata. Para pemuda akan dilatih membuat konten dan storytelling yang mampu memperkenalkan potensi desa kepada calon wisatawan.
BACA JUGA:Jumlah Desa Wisata Bertambah, Dua Desa Dalam Proses Pendampingan Dinporapar
"Mereka akan diajarkan paling tidak bisa menceritakan desa-desa mereka dengan membuat storytelling yang menarik bagi calon wisatawan," jelasnya.
Selain memperkuat promosi digital, pemerintah juga akan menghubungkan antar-desa wisata, mengembangkan potensi unggulan menjadi ikon destinasi, serta menyalurkan bantuan stimulan untuk peningkatan infrastruktur dan penyusunan profil desa wisata.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
