Banner v.2

Cegah Serangan Ulat Grayak Meluas, DPPP Purbalingga Semprot 5 Hektare Lahan Tembakau di Serang

Cegah Serangan Ulat Grayak Meluas, DPPP Purbalingga Semprot 5 Hektare Lahan Tembakau di Serang

Petugas bersama petani melakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman tembakau di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Selasa (30/6).-Dok. DPPP Purbalingga-

PURBALINGGA – Serangan ulat grayak mulai mengancam tanaman tembakau di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Untuk mencegah kerusakan meluas dan menjaga hasil panen petani, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga melakukan penyemprotan massal di lahan seluas 5 hektare.

Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tersebut dilaksanakan melalui pendanaan APBD Provinsi Jawa Tengah di lahan Kelompok Tani Marga Tresna, Selasa (30/6).

Kepala Bidang Perlindungan Pertanian DPPP Kabupaten Purbalingga, Edy Setyana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan serangan ulat grayak telah ditemukan pada tanaman tembakau berumur 30–60 hari setelah tanam dengan luas serangan mencapai 2 hektare.

"Meskipun luas serangan tercatat 2 hektare, kegiatan pengendalian dan penyemprotan massal kami lakukan secara preventif dengan cakupan mencapai 5 hektare. Hal ini untuk mencegah penyebaran hama ke areal pertanaman tembakau lainnya," jelas Edy, Jumat (3/7).

BACA JUGA:1.300 Hektare Sawah Diserang Hama Tikus, Dinpertan Lakukan Pengendalian

Menurutnya, pengendalian dilakukan menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) Beauveria bassiana, sebagai metode yang lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan pestisida kimia.

Selain penyemprotan, DPPP juga menyalurkan bantuan sarana pendukung kepada kelompok tani berupa 15 kilogram APH Trichoderma sp., 15 kilogram APH Beauveria bassiana, satu boks sarung tangan, satu boks masker, serta enam unit hand sprayer.

Melalui pengendalian dini tersebut, pemerintah berharap penyebaran ulat grayak dapat ditekan sehingga produktivitas dan kualitas panen tembakau petani di Kecamatan Karangreja tetap terjaga. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: