Banner v.2

Kemacetan Depan Pasar Segamas Tuntas, Dinhub Purbalingga Pindah Angkot ke Lokasi Transit Baru

Kemacetan Depan Pasar Segamas Tuntas, Dinhub Purbalingga Pindah Angkot ke Lokasi Transit Baru

Lokasi transit angkot di pintu keluar Pasar Segamas sisi timur.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Purbalingga mulai menertibkan angkutan kota (angkot) yang selama ini mangkal di depan pintu keluar sisi timur Pasar Segamas Purbalingga. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di kawasan traffic light Polres Purbalingga.

Sekretaris Dinhub Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto, mengatakan lokasi mangkal angkot selama ini berada di area larangan berhenti, tepatnya di sisi selatan Jalan Mayjend Sungkono atau depan pintu keluar Pasar Segamas.

“Lalu lintas di traffic light Polres Purbalingga tepatnya di sisi selatan Jalan Mayjend Sungkono atau depan pintu keluar Pasar Segamas semrawut,” katanya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, keberadaan angkot yang berhenti mulai dari pintu keluar sisi timur Pasar Segamas hingga pintu timur Polres Purbalingga memicu kepadatan arus lalu lintas. Selain melanggar aturan, kondisi tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan.

BACA JUGA:Angkot Belum Bisa Masuk Pasar Segamas

“Lokasi tersebut merupakan area dilarang berhenti,” imbuhnya.

Adi menjelaskan, persoalan itu bermula saat Osaka (Organisasi Awak Angkutan Kota) menginginkan akses masuk ke Pasar Segamas dengan tarif parkir gratis atau mendapat keringanan biaya.

Namun, pengelola parkir Pasar Segamas tidak dapat memenuhi permintaan tersebut sehingga para sopir angkot memilih menunggu penumpang di luar area pasar, tepat di depan pintu keluar.

Akibatnya, jalur utama masuk Purbalingga dari arah Purwokerto kerap mengalami kemacetan karena dipenuhi angkot yang parkir dan menaikkan penumpang di badan jalan.

BACA JUGA:Ketua Komisi IV DPRD Sebut Perlu Kajian Mendalam Soal Ketimpangan Tarif BRT dan Angkot

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DindagkopUKM, Osaka, DPUPR, Organda, dan Dinhub menggelar rapat bersama mencari solusi terbaik.

“Solusi yang dihasilkan dari rapat adalah untuk parkir angkutan kota berada sebelah utara pintu keluar Pasar Segamas tanpa harus masuk ke Pasar Segamas via pintu keluar parkir,” ungkapnya.

Hasil rapat akhirnya menetapkan area di sebelah UPTD Meteorologi sebagai lokasi transit baru angkot. Lokasi tersebut masih berada di kompleks Pasar Segamas, namun sopir angkot tidak perlu masuk melalui pintu parkir sehingga tidak terbebani biaya parkir.

Adi menyebut lokasi transit tersebut kini sudah mulai digunakan para pengemudi angkot.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: