1.984 Pemudik Manfaatkan 10 Masjid Ramah Pemudik di Purbalingga, Terbanyak di Tlahab Lor
Pemudik tengah singgah di ruang istirahat Masjid Muhammad Cheng Hoo Mrebet saat arus mudik Lebaran 2026.-Dok. Kemenag Purbalingga-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Sebanyak 1.984 pemudik tercatat memanfaatkan layanan di 10 titik Masjid Ramah Pemudik (MRP) di Kabupaten Purbalingga selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Program ini berlangsung selama 10 hari, mulai H-4 hingga H+5 Idulfitri, dengan sebaran pemudik di jalur perlintasan utama.
Data rekapitulasi menunjukkan Masjid Al Hasanah Tlahab Lor menjadi titik terbanyak dengan 423 pemudik. Disusul Masjid Al Iftitah sebanyak 368 pemudik, Masjid An Nahdiyah 250 pemudik, dan Masjid At Taqwa Bakulan 240 pemudik.
“Berdasarkan rekapitulasi, sebanyak 1.984 pemudik tercatat singgah di 10 titik Masjid Ramah Pemudik di Purbalingga. Rinciannya, Masjid Al Hasanah Tlahab Lor sebanyak 423 pemudik, Masjid Al Iftitah 368 pemudik, Masjid An Nahdiyah 250 pemudik, dan Masjid At Taqwa Bakulan 240 pemudik,” jelas Mohammad Nur Hidayat, Selasa (7/4/2026).
BACA JUGA:106.619 Kendaraan Masuk Purbalingga Saat Mudik-Balik, Dinhub Sebut Tanpa Kemacetan
Titik lainnya meliputi Masjid Cheng Hoo dengan 218 pemudik, Masjid Nurul Falah Bukateja 175 pemudik, dan Masjid Nurul Falah Senon 150 pemudik.
Kemudian Masjid Darunnajaa 115 pemudik, Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh 25 pemudik, serta Masjid Baitul Muttaqiin 20 pemudik.
Selain tempat ibadah, masjid dalam program ini juga menyediakan fasilitas istirahat dan layanan pendukung. Fasilitas tersebut meliputi makanan ringan, ruang laktasi, hingga stasiun pengisian daya gawai bagi pemudik.
Pengelolaan layanan dilakukan melalui sistem piket terjadwal yang melibatkan takmir, penyuluh keagamaan, penghulu, hingga unsur madrasah.
BACA JUGA:Cek Kesehatan Gratis Diserbu Pemudik, Layanan Balik di Terminal Bulupitu Purwokerto Ramai
Hidayat menyebut keterlibatan lintas elemen ini menjadi kunci kelancaran layanan selama periode mudik. Terkait kemungkinan pelibatan rumah ibadah agama lain, Kemenag menyebut hal tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini.
Hal itu karena gereja tengah fokus pada persiapan Paskah serta lokasi yang tidak berada di jalur utama mudik.
“Harapannya bisa berkomunikasi dengan persatuan tukang pijat tuna netra untuk memberikan layanan bagi pemudik. Bisa diberikan imbalan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
