Harga Kemasan Plastik di Purbalingga Naik hingga 100 Persen, Omzet Toko Turun 50 Persen, UMKM Ikut Tertekan
Pembeli memilih kemasan plastik di salah satu toko di Jalan Jenderal Sudirman Purbalingga.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Harga kemasan plastik di Kabupaten Purbalingga melonjak drastis hingga 100 persen pascalebaran. Kenaikan ini langsung menekan daya beli dan berdampak pada penurunan omzet pelaku usaha.
Dampaknya, penjualan di tingkat toko anjlok hingga 50 persen. Kondisi ini memperlihatkan tekanan ganda, baik bagi pedagang maupun pelaku UMKM sebagai konsumen utama.
Supervisor Toko Kurnia Plastik, Bahtiar Riska, menyebut kenaikan dipicu naiknya biaya produksi. Faktor utama berasal dari kenaikan harga bahan bakar untuk pengolahan bijih plastik.
"Dari distributornya sudah naik, otomatis kita menaikkan harga," jelasnya, Senin (6/4/2026).
BACA JUGA:Disomasi Dulu Urus Merek Kemudian, Kesadaran UMKM di Purbalingga Masih Rendah
Kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis kemasan, mulai dari cup plastik, plastik mika, hingga plastik klip. Produk-produk tersebut merupakan kebutuhan utama bagi pelaku UMKM.
Sebagai contoh, harga cup plastik naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 14.000. Lonjakan ini memicu keluhan dari pelanggan karena biaya operasional ikut meningkat.
Salah satu pelaku UMKM, Wida Nurjanah, mengaku terbebani dengan kondisi tersebut. Harga kemasan yang biasa dibeli Rp 12.000 kini melonjak menjadi Rp 23.000 per paket.
"Sekarang kemasan plastik harganya naik, kalau jualan saya dinaikkan takut tidak ada pembeli. Jadi berdampak pada keuntungan yang menipis," keluhnya.
BACA JUGA:12 UMKM Antre Sertifikasi Halal, Purbalingga Masih Tunggu Kuota Reguler 2026 dari Provinsi
Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil berada dalam dilema. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau menanggung penurunan margin keuntungan. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
