Banner v.2

9,73 Persen Lansia Purbalingga Masih Buta Huruf di Tengah Kenaikan Angka Melek Huruf

9,73 Persen Lansia Purbalingga Masih Buta Huruf di Tengah Kenaikan Angka Melek Huruf

Aktivitas membaca pengunjung di Perpusda Purbalingga.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Sekitar 9,73 persen lansia di Kabupaten Purbalingga masih tergolong buta aksara pada 2025. Angka ini menjadi catatan serius di tengah meningkatnya Angka Melek Huruf (AMH) secara umum.

Data BPS menunjukkan, AMH Purbalingga mencapai 95,51 persen pada 2025. Namun capaian tersebut belum merata karena kelompok usia lanjut masih tertinggal.

Pada kelompok usia 60 tahun ke atas, AMH tercatat 90,27 persen pada 2025. Angka itu memang naik dari 87,22 persen pada 2024, tetapi masih menyisakan hampir 10 persen lansia yang belum bisa membaca dan menulis.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kelompok usia 15–24 tahun yang telah mencapai 100 persen literasi. Kesenjangan ini menunjukkan belum meratanya akses pendidikan antar generasi.

BACA JUGA:Indeks Literasi Purbalingga Naik, Tiga Tahun Berturut-turut Raih UKBI Adaptif Merdeka

Kepala BPS Purbalingga, Slamet Romelan, menegaskan persoalan buta aksara lansia tidak bisa diabaikan. Meskipun secara makro capaian AMH menunjukkan tren positif.

"Kami menyambut baik peningkatan AMH secara makro ini, yang merupakan hasil kerja keras bersama pemerintah dan masyarakat. Namun, kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa masih terdapat kantong-kantong buta aksara, terutama pada populasi lansia," ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Standar melek huruf yang digunakan masih sebatas kemampuan membaca dan menulis sederhana. Di era digital, keterbatasan ini membuat lansia semakin tertinggal dalam mengakses informasi.

Dampaknya, lansia menjadi kelompok yang rentan terhadap penipuan dan kesulitan mengakses layanan publik. Termasuk layanan kesehatan dan bantuan sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: