Banner v.2

Kasus Campak Purbalingga Naik Tajam: 12 Positif dari 30 Sampel, Penolakan Imunisasi Disorot

Kasus Campak Purbalingga Naik Tajam: 12 Positif dari 30 Sampel, Penolakan Imunisasi Disorot

Kegiatan imunasi balita di Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan.-Dok. DinkesPPKB Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Lonjakan kasus campak di Kabupaten Purbalingga tahun 2026 meningkat tajam hingga enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Dari 30 sampel suspek yang diuji, sebanyak 12 kasus dinyatakan positif campak. Angka ini kontras dengan tahun 2025, ketika dari 125 sampel hanya ditemukan dua kasus positif.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, Devvy Herawati, menyebut mayoritas kasus terjadi pada balita usia 4–5 tahun dan dewasa di atas 25 tahun.

"Ada 5 kasus bayi yang terpapar karena memang belum saatnya masuk jadwal imunisasi campak," ungkapnya.

BACA JUGA:Empat Wilayah di Cilacap Ditetapkan KLB Campak, Perluas Vaksinasi ORI untuk Tekan Penyebaran

Peningkatan kasus ini juga dipicu mobilitas masyarakat, terutama riwayat perjalanan ke luar kota seperti Jawa Barat.

Selain itu, masih adanya kelompok masyarakat yang menolak imunisasi menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.

"Sudah dilakukan pendekatan namun tidak bisa dipaksa. Akhirnya, kami saat ini fokus terhadap kelompok masyarakat yang bersedia saja," tambahnya.

Dengan jumlah sampel lebih sedikit pada 2026, justru angka positif meningkat tajam. Hal ini mengindikasikan potensi penularan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Tetapkan KLB Campak di Cilacap, Kasus Sudah Mulai Mereda

Meski demikian, status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum ditetapkan karena belum ditemukan keterkaitan epidemiologi antar kasus.

"Begitu ada notifikasi dari puskesmas terkait suspek campak, kami langsung mengambil sampel," jelasnya.

"Tim surveilans melakukan penyelidikan epidemiologi kurang dari 24 jam," lanjutnya.

DinkesPPKB kini menggenjot program imunisasi kejar untuk anak usia 9–11 tahun. Namun, pada kelompok usia tersebut justru tidak ditemukan kasus campak sama sekali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: