BLK Purbalingga Siapkan 9 Paket Pelatihan di Tahun 2026, Total Anggaran Capai Rp1,095 Miliar
Kantor UPTD BLK Purbalingga. Tahun 2026 disiapkan 9 paket pelatihan.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Kabar gembira bagi pencari kerja di wilayah Kabupaten Purbalingga. UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Purbalingga kembali menggeber Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk tahun anggaran 2026. Menariknya, kuota pelatihan tahun ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.
Plt Kepala BLK Purbalingga, Kusworo membeberkan alokasi anggaran pelatihan tahun ini bersumber dari dua pintu, yakni APBN dan APBD. Untuk APBN dialokasikan sebesar Rp 245 juta, sementara dari APBD mencapai Rp 850 juta.
"Ada peningkatan signifikan. Jika pada 2025 lalu APBD hanya satu paket pelatihan yang dikelola binaan Semarang, tahun 2026 ini naik menjadi lima paket pelatihan dikelola BLK. Bahkan tidak menutup kemungkinan bertambah di APBD Perubahan nanti, seperti tahun lalu ada dua paket tambahan," ungkap Kusworo, Minggu (1/2/2026).
Sesuai jadwal yang disusun, pelatihan yang didanai APBN akan tancap gas lebih awal pada Februari mendatang. Perbedaan jadwal dan durasi ini disesuaikan dengan jumlah Jam Pelajaran (JP) masing-masing kejuruan dengan durasi 8 jam sehari.
BACA JUGA:BLK Tutup Tahun 2025 dengan Pelatihan Servis AC dan Rias Wajah
Untuk menjaga kualitas, setiap kelas dibatasi dengan kuota ketat, yakni hanya 16 orang per angkatan. Meski pendaftaran terbuka untuk umum, Kusworo menegaskan prioritas utama tetap diberikan kepada warga ber-KTP Purbalingga.
"Kami juga membuka ruang bagi rekan-rekan disabilitas dengan kuota dua persen," tambahnya
Proses seleksi dipastikan berlangsung transparan dan kompetitif. Pasalnya, BLK akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk menyaring calon peserta. Hal ini dilakukan karena membludaknya peminat setiap tahunnya.
Kusworo pun mewanti-wanti agar peserta serius selama mengikuti pelatihan. Pasalnya, ada prestise tersendiri di akhir program, yakni sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat ini merupakan "senjata" ampuh untuk melamar di perusahaan besar.
BACA JUGA:Pencari Kerja Job Fair Purbalingga 2025 Didominasi Pelamar Online
"Belum tentu semua peserta dapat sertifikat BNSP, tergantung lulus tidaknya saat uji kompetensi. Namun, sertifikat dari BLK dipastikan dapat. Sertifikat BNSP ini syarat kualifikasi banyak perusahaan, kalau cari sendiri di luar itu bayar, di sini gratis," tegasnya.
Pihaknya menghimbau agar kesempatan emas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan secara gratis, peserta juga dipersiapkan untuk memenuhi standar industri. Berdasarkan matrik kegiatan, pendaftaran gelombang pertama (APBN) akan dibuka mulai 9 hingga 25 Februari 2026 mendatang. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

