Banner Honda

3 Bulan, 67 Kejadian Kebakaran di Kebumen, Bakar Sampah Jadi Penyebab Terbesar

3 Bulan, 67 Kejadian Kebakaran di Kebumen, Bakar Sampah Jadi Penyebab Terbesar

Petugas memeriksa lokasi kebakaran lahan untuk memastikan api telah padam.--

KEBUMEN - Masalah kekeringan serta krisis air bersih bukan satu-satunya persoalan yang harus dihadapi sebagian masyarakat Kabupaten Kebumen. Ancaman kebakaran kini menjadi ancaman tersendiri dengan banyaknya peristiwa yang terjadi. Data menunjukkan, dari bulan Juli–September 2026, telah terjadi 67 peristiwa kebakaran. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono mengutip data Satpol PP Kabupaten Kebumen menyampaikan sepanjang 3 bulan terakhir, telah terjadi 67 peristiwa kebakaran. Memang tidak ada korban jiwa atau luka dalam rentetan peristiwa kebakaran tersebut. Namun demikian, kerugian material tergolong besar.

Menariknya, dari  67 kejadian itu, faktor ketidak hati-hatian atau kecerobohan manusia menjadi penyebab utama. "Dari  67 kebakaran di Kebumen, 31 diantaranya disebabkan karena bakar sampah. Kemudian 17 karena kelalaian seperti belum mematikan tungku atau puntung rokok, 11 karena hubungan pendek listrik . Baru sisanya kebocoran tabung gas, pembakaran genteng, dan faktor alam," ujar  Udy Cahyono didampingi Bagian Humas, Heri Purwoto, kemarin (23/9).

Oleh karena itu,  Udy Cahyono menghimbau warga agar dapat menghindari kegiatan yang bisa memicu kebakaran. "Meski terlihat sepele, membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok sembarangan bisa memicu kebakaran. Pastikan juga tidak meninggalkan kompor atau tungku dalam keadaan menyala," ujar dia.

Di sisi lain, BPBD Kebumen terus berupaya menanggulangi krisis air bersih yang terjadi sepanjang musim kemarau ini. Hingga September, Pemkab melalui BPBD Kebumen telah menyalurkan sebanyak 337 tangki air bersih atau setara dengan 1.515.000 liter. Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta donasi ini menelan biaya operasional sebesar Rp417.000 per tangki.

Secara keseluruhan, layanan dropping air bersih gratis ini telah menjangkau 14 Kecamatan, 46 Desa, 22.655 Kepala Keluarga (KK), dan 72.408 Jiwa.utuhan  memasak dan  minum selama empat bulan terakhir. Kondisi itu mendorong Koordinatoriat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan air bersih. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: