Wabup Kebumen Soroti Kendaraan Operasional SPPG, Dorong Kendaraan SPPG Gunakan Pelat Lokal
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani bersama Wabup H Zaeni menghadiri Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Setda Kebumen, Senin (21/9).--
KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen H Zaeni Miftah menyoroti keberadaan kendaraan operasional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang masih menggunakan pelat nomor luar daerah.
H Zaeni menyayangkan kondisi tersebut lantaran kendaraan yang tidak menggunakan pelat lokal dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah, khususnya melalui opsen pajak kendaraan bermotor.
Padahal, jumlah SPPG di Kabupaten Kebumen kini telah mencapai lebih dari 170 unit. Namun, menurut Zaeni, mayoritas kendaraan operasional SPPG justru masih menggunakan pelat luar daerah.
“Harapan pemerintah daerah, ketika di Kebumen mobilnya pakai pelat lokal,” kata Zaeni saat Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Setda Kebumen, Senin (21/9).
Zaeni bahkan menyebut kendaraan SPPG yang sudah menggunakan pelat lokal masih bisa dihitung dengan jari.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena program MBG seharusnya tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah tempat program tersebut dijalankan.
“Mestinya program MBG berpaku pada simbiosis mutualisme terhadap daerah. Apalagi operasional SPPG terus berkembang pesat,” ujarnya.
Zaeni mengatakan, salah satu bentuk kontribusi yang dapat diberikan SPPG adalah melalui pajak kendaraan. Penerimaan dari opsen pajak tersebut nantinya juga kembali ke daerah dan dapat mendukung pembiayaan pembangunan, termasuk infrastruktur.
“Paling tidak SPPG memberikan sumbangsih melalui pajak daerah. Penerimaan opsen kendaraan juga bermuara pada pembangunan infrastruktur,” katanya.
Menurut H Zaeni, keberadaan infrastruktur yang memadai juga akan menunjang kelancaran operasional SPPG, terutama dalam proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Karena itu, dia meminta penggunaan kendaraan berpelat luar daerah tidak dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah bahkan akan mendorong pengelola SPPG untuk segera melakukan mutasi kendaraan ke Kebumen.
“Saya minta ke korwil, ini harus menjadi perhatian pemilik SPPG. Segera mutasi pelat agar masukan opsen ke Kebumen,” tegasnya.
Salah satu pengelola dapur MBG Pawit Mandung menyatakan sepakat dengan arahan Wakil Bupati Kebumen tersebut. Menurutnya, sudah semestinya keberadaan SPPG turut memberikan kontribusi terhadap daerah, salah satunya melalui kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.
“Harus dan wajib itu. Kebetulan punya saya sudah mutasi ke sini semua. Pelat AA Kebumen,” ujarnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
