337 Tangki Air Bersih Sasar 46 Desa di Kebumen
Warga di sejumlah Desa yang terdampak krisis air menerima bantuan droping air bersih.--
KEBUMEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen telah menyalurkan 337 tangki air bersih kepada warga terdampak krisis air bersih hingga 17 September 2026. Bantuan tersebut menjangkau 46 desa di 14 kecamatan dengan penerima sebanyak 22.655 kepala keluarga (KK) atau 72.408 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kebumen, Bagus Priyanto, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Dari 337 tangki yang telah disalurkan, total air yang didistribusikan mencapai 1.515.000 liter. Program dropping air bersih gratis tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta donasi. Biaya operasional yang dibutuhkan mencapai Rp417.000 untuk setiap tangki.
Menurut Bagus, sejumlah wilayah yang mengalami krisis air sebenarnya telah memiliki sarana penyediaan air bersih hasil hibah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa tahun lalu. Namun, saat musim kemarau, debit mata air yang menjadi sumber sarana tersebut mengalami penyusutan drastis sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih juga datang dari Koordinatoriat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Kebumen. Koordinator Daerah (Korda) SPBU Kebumen, Hiswana Migas Kedu, Lusiyanto, mengatakan pihaknya menyalurkan 10 tangki air bersih untuk warga Desa Aditirto dan Karangpoh, Kecamatan Pejagoan.
Lusiyanto mengatakan bantuan tersebut dibutuhkan karena warga telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama sekitar empat bulan. Air yang tersedia terutama digunakan untuk kebutuhan memasak dan minum.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga mengandalkan air Sungai Luk Ulo yang dipompa menggunakan mesin. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air tersebut.
"Ada warga menyediakan jasa sedot air ke warga, per jamnya Rp30 ribu," kata Lusiyanto, kemarin (19/9).
Menurutnya, biaya tersebut digunakan untuk membayar listrik mesin pompa dan jasa penyedotan. Namun, volume air yang dapat diperoleh dalam satu jam terbatas sehingga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
