Pembangunan Jembatan Klantang Mulai Dikerjakan
Proses pembangunan Jembatan Kali Klantang di ruas jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kamis (10/9).--
KEBUMEN - Pembangunan kembali Jembatan Kali Klantang di ruas jalan Tembana-Peniron, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan, mulai dikerjakan.
Warga menyambut baik pembangunan tersebut. Namun, di sisi lain, pekerjaan jembatan membuat aktivitas masyarakat untuk sementara mengalami kendala.
Pasalnya, ruas jalan Tembana-Peniron menjadi salah satu akses utama warga untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk bekerja, berdagang dan mengantarkan anak ke sekolah.
Kepala Desa Peniron Triyono Adi mengatakan, pembangunan Jembatan Kali Klantang dimulai pada, Kamis (10/9).
Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas di lokasi. Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga ketika harus melewati jalur yang menanjak.
“Karena ini akses satu-satunya bagi warga, kami sudah berupaya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen agar segera dibangunkan jembatan darurat, minimal bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Triyono. Kamis (17/9).
Ia berharap pemerintah dapat segera menyediakan akses sementara sehingga mobilitas warga tidak sepenuhnya terputus selama pembangunan jembatan berlangsung.
Keluhan serupa disampaikan Taufik, salah seorang warga. Ia mengatakan warga harus menggunakan jalur lain yang membuat perjalanan menjadi lebih jauh dan membutuhkan waktu lebih lama.
Kondisi tersebut, kata dia, juga menjadi kekhawatiran bagi warga yang memiliki anak usia sekolah.
“Tidak adanya jembatan darurat sangat merepotkan warga. Selain harus memutar cukup jauh, kondisi jalan juga berbahaya, terutama untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.
Taufik berharap pemerintah segera menyediakan jembatan sementara yang setidaknya dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Kalau ada jembatan sementara, anak-anak yang sekolah bisa lebih tenang dan aman,” katanya.
Jembatan Kali Klantang sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambruk setelah diterjang banjir pada 9 November 2025.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 4 meter dan lebar 6 meter tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di wilayah Peniron dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
