Banner v.2

PCNU Kebumen Siap Kirimkan Tim Terpadu, Dampingi Korban Kasus Pencabulan Anak di Karanggayam

PCNU Kebumen Siap Kirimkan Tim Terpadu, Dampingi Korban Kasus Pencabulan Anak di Karanggayam

PCNU Kebumen siap membantu mendampingi para korban kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Karanggayam.--

KEBUMEN - Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr Imam Satibi, angkat bicara soal kasus pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Karanggayam.

Imam Satibi mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya pun menawarkan program rehabilitasi agama untuk memulihkan kondisi psikologis korban, mengembalikan rasa percaya diri, serta memperkuat mental dan spiritual melalui pendekatan keimanan.

Jika program ini mendapat persetujuan dari berbagai pihak, PCNU Kebumen siap menerjunkan tim terpadu yang melibatkan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) serta mahasiswa dari perguruan tinggi NU di Kebumen.

"Berdasarkan hasil pendalaman bersama kepala desa, tokoh masyarakat, serta para korban, diketahui bahwa sebagian besar korban masih mengalami trauma mendalam. Dalam kondisi tersebut, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan," ujar Imam kemarin (8/4).

BACA JUGA:Renovasi Tahap II Stadion Chandradimuka Kebumen Ditarget Tahun Ini

BACA JUGA:PCNU Kebumen Ganti Sejumlah Ketua Lembaga Strategis

"Korban tidak bisa dipaksa untuk segera melupakan atau memaafkan. Yang terpenting adalah menghindari sikap menyalahkan korban (victim blaming), " imbuhnya yang datang langsung ke Karanggayam pada Selasa (7/4).

Merasa perlu mengambul langkah, PCNU Kebumen menawarkan program rehabilitasi agama. Rehabilitasi tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan ritual keagamaan, tetapi juga mencakup pemulihan psikologis berbasis spiritualitas. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Kebumen mengamankan pria berinisial M (29), warga Kecamatan Karanggayam. Pria yang dikenal sebagai guru ngaji itu diduga melakukan pelecehan seksual kepada santrinya sendiri. Ironisnya, ada belasan korban yang menjadi sasaran kebejatan M .

Korban dalam kasus ini merupakan remaja perempuan, sebagian besar masih berstatus pelajar. (cah)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: