Tiga Anak Tersapu Ombak di Brecong Kebumen, Dua Masih Dicari
Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Brecong, Desa Brecong Kecamatan Buluspesantren.--
Tim SAR Gunakan Drone Thermal
KEBUMEN - Tiga anak dilaporkan tersapu ombak di Pantai Brecong, Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren, Kamis (2/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Dari tiga korban, satu anak berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan hingga Jumat (3/4).
Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto menyampaikan peristiwa tersebut terjadi saat tiga anak asal Desa Banjurmukadan, Kecamatan Buluspesantren, bermain di pantai. Mereka masing-masing Regi Muliana (11), Ihsan Nur Awali (11), dan Andika Rizki Maulana (11).
Mereka kemudian bergeser ke arah barat, tepatnya di perbatasan Pantai Brecong dan Pantai Bocor, Desa Setrojenar. Saat berada di lokasi tersebut, tiba-tiba ombak datang dan menyapu ketiganya.
"Satu korban atas nama Regi Muliana berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing di sekitar lokasi kejadian. Sementara dua korban lainnya dinyatakan hilang," ujar Heri, kemarin (3/4).
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Buluspesantren dan BPBD. Selanjutnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kebumen, Basarnas Cilacap, Polsek, dan Koramil Buluspesantren melakukan upaya pencarian serta koordinasi di lokasi kejadian.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan turut menggunakan drone thermal untuk membantu pencarian korban. Hingga hari kedua pencarian, Jumat (3/4) siang, dua korban yakni Ikhsan Nur Awali dan Andika Rizki Maulana belum ditemukan.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Trisno menyampaikan, ada tiga tim yang diterjunkan yang melakukan penyisiran via darat baik ke arah barat dan timur dengan radius masing-masing dua km. Ada 100 potensi SAR yang diterjunkan pada pencarian hari ini.
"Ikhsan dan Andika sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan," katanya.
Dia menuturkan, perahu karet sementara ini belum dapat diterjunkan untuk menyisir di perairan lantaran tingginya gelombang. Di samping penyisiran darat, terangnya, juga dilakukan pencarian menggunakan drone thermal.
"Ini hari kedua (pencarian). Sesuai SOP Basarnas pencarian dilakukan selama tujuh hari," ucapnya. (cah/mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
