12.643 Jiwa Terdampak, Kerugian Bencana di Kebumen Capai Rp 4,89 M
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani didampingi jajaran BPBD Kebumen meninjau retakan tanah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor beberapa waktu lalu. --
KEBUMEN - Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi membuat jumlah kejadian bencana di Kabupaten Kebumen pada bulan November meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melaporkan, bencana terjadi di 90 desa yang tersebar di 21 kecamatan.
Dari jumlah itu, bencana longsor mendominasi diikuti banjir, angin kencang kecelakaan di perairan hingga erosi sungai. Menurut laporan BPBD, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana dan kecelakaan perairan mencapai 12 orang. Adapun total kerugian dan kerusakan material mencapai Rp4,899 miliar lebih.
Bencana juga membuat 12.643 jiwa terdampak karena banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem.. Selain itu, kerusakan infrastruktur dari jembatan, jalan dan sekolah ikut terdampak. Dari sisi wilayah, Kecamatan Sadang menjadi daerah yang paling banyak terjadi bencana.
Selain longsor, banjir menjadi bencana yang cukup menonjol hingga November ini. Banjir mengakibatkan 2321 rumah terendam dan 23 warga terpaksa mengungsi. Salah satu kejadin lain yang menonjol, bencana tanah bergerak di Desa Sampang Kecamatan Sempor yang masih saja terjadi dan terus mengancam pemukiman penduduk, sarana prasarana umum bahkan lahan pertanian.
Bencana ini juga mendapat perhatian dari Bupati Kebumen yang meninjau langsung ke lokasi. Termasuk, BPBD Jawa Tengah yang turun ke lapangan.
Kepala BPBD Kebumen, Udy Cahyono melalui Bagian Humas, Heri Purwoto menyampaikan upaya penanganan bencana terus dan tengah dilakukan melibatkan sejumlah unsur masyarakat lain, dari Polri, TNI.
"Kami menghimbau warga tetap waspada karena cuaca ekstrem masih sangat berpotensi terjadi," ujarnya. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


