Merchant QRIS Banyumas Tembus 362 Ribu, Transaksi Digital Tumbuh Pesat di Banyumas Raya
Toko kelontong hingga pedagang gorengan kaki lima di Kabupaten Banyumas kini banyak yang sudah melayani pembayaran non tunai menggunakan QRIS.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Digitalisasi sistem pembayaran di Banyumas Raya terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga Mei 2026, jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto mencapai 705.885 merchant atau tumbuh 32,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total tersebut, Kabupaten Banyumas menjadi daerah dengan jumlah merchant QRIS terbanyak di Banyumas Raya. Tercatat sebanyak 362.422 merchant berada di Banyumas, melampaui Kabupaten Cilacap, Purbalingga, maupun Banjarnegara.
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, mengatakan pertumbuhan merchant QRIS juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi masyarakat. Selama Januari hingga Mei 2026, volume transaksi QRIS di Banyumas Raya mencapai 105,53 juta transaksi dengan nilai transaksi menembus Rp8,42 triliun.
"Kinerja QRIS Banyumas Raya sampai dengan Mei 2026 menunjukkan akselerasi yang kuat, tercermin dari meningkatnya jumlah merchant QRIS menjadi 705.885 merchant atau tumbuh 32,99 persen secara tahunan, disertai pendalaman utilisasi melalui capaian volume transaksi Januari–Mei 2026 sebesar 105,53 juta transaksi dan nominal transaksi sebesar Rp8,42 triliun," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:Target Pajak Banjarnegara Naik Rp 168,8 Miliar, Bayar Bisa Lewat QRIS dan Transfer
Berdasarkan data BI Purwokerto, Kabupaten Banyumas menjadi kontributor terbesar dalam penggunaan QRIS dengan 362.422 merchant. Sementara itu, Kabupaten Cilacap memiliki 184.936 merchant, Kabupaten Purbalingga sebanyak 91.882 merchant, dan Kabupaten Banjarnegara mencapai 66.992 merchant.
Christoveny menjelaskan, peningkatan jumlah merchant menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS oleh pelaku usaha. Di sisi lain, transaksi masyarakat melalui pembayaran digital juga terus meningkat sehingga memperkuat ekosistem ekonomi digital di Banyumas Raya.
Menurutnya, peningkatan tersebut turut didukung berbagai program edukasi literasi transaksi digital yang digelar BI Purwokerto. Hingga saat ini, sebanyak 1.995 responden telah mengikuti survei literasi dengan rata-rata tingkat pemahaman masyarakat mencapai 94,97 persen.
"Penguatan ini juga didukung oleh kegiatan edukasi literasi transaksi digital dengan 1.995 responden survei dan rata-rata tingkat pemahaman sebesar 94,97 persen, sehingga menunjukkan bahwa perluasan akseptasi QRIS telah mulai terkonversi menjadi peningkatan penggunaan, penguatan literasi, serta pembentukan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem pembayaran digital," jelasnya.
BI Purwokerto juga terus memperluas penggunaan QRIS melalui berbagai kegiatan edukasi dan aktivasi di tengah masyarakat. Program tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari lansia, komunitas perempuan perbankan, santri pondok pesantren, anggota Pramuka, peserta pasar murah, hingga peserta Program QRIS Ramadan.
Selain itu, edukasi penggunaan QRIS juga dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan lebih dari 6.000 pelari. Kegiatan tersebut bahkan berhasil mencatatkan Rekor MURI sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi non-tunai di masyarakat.
Christoveny menambahkan, berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat pembayaran digital. QRIS dinilai semakin mudah, aman, praktis, dan inklusif untuk digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi.
"BI Purwokerto optimistis tren digitalisasi pembayaran di Banyumas Raya akan terus meningkat seiring bertambahnya merchant serta semakin tingginya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan transaksi non-tunai pada berbagai aktivitas ekonomi," pungkasnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
