Banner Honda

Lewat Wayang, Kang Nass Hidupkan Kembali Babad Banyumas

Lewat Wayang, Kang Nass Hidupkan Kembali Babad Banyumas

Kang Nass menunjukkan wayang tokoh Babad Banyumas hasil karyanya.-DOK PRIBADI-

Kisah Babad Banyumas Mertadiredjan yang selama ini sulit dibaca kini dihidupkan melalui pertunjukan Wayang Babad Banyumas. Gagasan ini digagas budayawan Banyumas, Nassirun Purwokartun atau akrab disapa Kang Nass.

WAFI ZAKIYAH, Banyumas

BABAD Banyumas Mertadiredjan ditulis menggunakan huruf Jawa dan dalam bentuk tembang Macapat. Selain harus memahami huruf Jawa, pembaca juga perlu mengetahui kaidah tembang untuk memahami isi naskah.

Kondisi itu membuat naskah sejarah Banyumas tersebut semakin jarang dibaca masyarakat.

Kang Nass kemudian berupaya membuatnya lebih mudah dipahami. Naskah dialihaksarakan ke huruf Latin, diterjemahkan ke bahasa Indonesia, lalu disadur menjadi cerita.

Namun, upaya tersebut belum banyak menarik pembaca. Buku terjemahan bahkan dibagikan gratis melalui situs babadbanyumas.com.

BACA JUGA:Menjaga 167 Tanaman Herbal Langka, Haji Slamet Punya Mimpi Jadikan Banjarnegara Sentra Dunia

"Saya mencoba cara lain. Untuk mengetahui kisah Babad Banyumas tidak harus membaca. Bisa dengan melihat pementasannya," kata Kang Nass.

Ide itu terinspirasi dari masa kecilnya pada era 1980-an. Saat itu, kisah Babad Banyumas banyak dikenal masyarakat melalui pementasan ketoprak tobong.

"Dulu masyarakat mengenal cerita Babad Banyumas dari panggung ketoprak. Mereka tidak harus membaca bukunya," ujarnya.

Namun, membuat kelompok ketoprak membutuhkan banyak pemain dan biaya. Kang Nass kemudian memilih bentuk pertunjukan wayang.

Ia mendata sekitar 100 tokoh dalam Babad Banyumas Mertadiredjan. Nama, karakter, hingga jabatan masing-masing dicatat untuk kemudian dibuatkan tokoh wayang kulit.

"Saya ingin pentas Wayang Babad Banyumas menggunakan wayang kulit sendiri. Bukan wayang pinjaman dari wayang purwa," jelasnya.

Rancangan tokoh tersebut kemudian dituangkan dalam buku Wayang Babad Banyumas dan diwujudkan menjadi wayang kulit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: