Menjaga 167 Tanaman Herbal Langka, Haji Slamet Punya Mimpi Jadikan Banjarnegara Sentra Dunia
167 Jenis Tanaman herbal Haji Slamet.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
Tak Ingin Herbal Langka Hilang Ditelan Zaman
Puluhan tahun merawat herbal langka, Haji Slamet ingin Banjarnegara jadi sentra herbal dunia.
Di sebuah kebun di Desa Gumelem Kukon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, tanaman-tanaman herbal tumbuh di antara rutinitas perawatan yang sudah berlangsung puluhan tahun.
PUJUD ANDRIASTANTO, Banjarnegara
Haji Slamet Sugiarto, mulai menekuni tanaman herbal sejak era 1980-an. Awalnya hanya hobi menanam yang dilakukan sejak muda. Namun, dari hobi itu tumbuh ketertarikan untuk mengumpulkan, membudidayakan sekaligus mempelajari tanaman yang sebagian kini semakin sulit ditemukan.
Kebun di Griya Bina Sehat menjadi tempat bagi koleksi tanaman herbalnya. Saat kemarau, sekitar 167 jenis tanaman masih bertahan dan terus dirawat, termasuk sejumlah tanaman yang menurut Slamet tergolong langka.
“Kalau tidak sedang musim hujan atau musim terang, itu masih ada sekitar 167 jenis tanaman. Khususnya tanaman-tanaman yang bukan generik, termasuk herbal-herbal langka,” ujar Haji Slamet.
Puluhan tahun berkutat dengan tanaman membuat Slamet tidak berhenti pada kegiatan menanam. Ia mempelajari karakter berbagai tanaman dan cara pemanfaatannya sebagai bahan ramuan herbal.
Pengetahuan itu, kata dia, diperoleh dari sejumlah guru, termasuk profesor dari Amerika Latin dan Malaysia. Pengetahuan yang didapat kemudian dia kembangkan melalui budidaya dan pemanfaatan tanaman yang tumbuh di kebunnya.
Tanaman tidak dipanen sembarangan. Slamet mengambilnya sesuai kebutuhan. Orang yang datang ke Griya Bina Sehat juga diperiksa terlebih dahulu sebelum mendapatkan ramuan.
Dari aktivitas tersebut, nama Griya Bina Sehat kemudian dikenal hingga ke luar Banjarnegara. Orang yang datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
“Kalau yang datang ke sini sampai sekarang itu dari Kalimantan, Batam, terus bahkan dari Amerika sudah ada beberapa kali. Untuk daerah sini, Klaten, Solo, Jogja juga banyak, Semarang, Jakarta termasuk banyak,” katanya.
Menurut Slamet, rata-rata sekitar 600 orang datang dalam sebulan dengan berbagai keluhan kesehatan. Sebagian di antaranya datang membawa penyakit yang membutuhkan penanganan medis, seperti jantung, diabetes, sirosis, kanker hingga gangguan pada organ tubuh lainnya.
Namun, cerita kesembuhan atau kondisi yang membaik dari pengunjung merupakan pengalaman individual dan tidak bisa dijadikan bukti bahwa ramuan herbal tertentu efektif mengobati penyakit tertentu.
Salah satu pengunjung, Sumarno, warga Banyumas, datang karena mengalami keluhan pada mata. Setelah menjalani pemeriksaan, ia mendapatkan ramuan herbal dan tetes mata. Sumarno mengaku merasakan perubahan setelah menggunakannya.
“Setelah itu agak mendingan, berkurang sakitnya,” ujar Sumarno.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
