Setahun Tempa Diri, Dhefar Fattan Mubina Berdiri di Podium Tertinggi
Dhefar Fattan Mubina saat menerima medali emas di podium International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup 2026. -FATTAN UNTUK RADARMAs-
International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup 2026
Setahun lamanya Fattan menempa diri, menyiapkan langkah menuju kompetisi karate bertaraf internasional. Letih yang dilalui terbayar lewat prestasi, medali emas pun berhasil diraih.
FIJRI RAHMAWATI, Banyumas
MEDALI juara satu yang menggantung di dada Dhefar Fattan Mubina bukan sekadar tanda kemenangan. Di balik kilau logam itu, ada perjalanan panjang yang ditempuh dengan keringat, rasa jenuh, tubuh yang lelah hingga kemauan untuk terus bangkit.
Siswa kelas 7I SMP Negeri 1 Tambak Kabupaten Banyumas itu mengukir prestasi gemilang di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament (YOT) VI Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Cup 2026. Ia berhasil menyabet juara pertama Kumite SMP -50 kilogram putra.
Kemenangan Fattan, sapaannya tidak lahir dalam sekejap. Jauh sebelum berdiri di atas podium, ia telah lebih dulu akrab dengan displin latihan. Persiapan menghadapi kompetisi bahkan telah dimulai sejak setahun silam.
"Jenuh dan capek latihan pasti ada, tapi kembali lagi ke diri sendiri untuk bangkit, lawan diri sendiri dan nikmati prosesnya," ujar Fattan, Minggu (20/9).
Waktu menjadi saksi bagaimana pemuda berusia 12 tahun ini menempa diri. Latihan yang berulang mungkin terasa seperti lingkaran yang tak berujung. Hari demi hari belajar memahami gerakan, mengasah teknik sekaligus melatih keberanian dan mental.
Remaja kelahiran April 2014 itu menuturkan bahwa dirinya perdana mengikuti kejuaraan Kemenpora. Event bergengsi yang jadi magnet sebanyak sekitar 5000 karateka dari dalam maupun luar negeri. Terdapat 200 kontingen dari Indonesia, India, Filipina dan Malaysia.
Acara berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada kesempatan tersebut, Fattan mengatakan tidak bertarung dengan lawan dari luar negeri. Ia menaklukan kompetitor sesama kakateka Indonesia.
"Tidak ada target harus bisa juara satu di Kemenpora Cup 2026 karena kalah menang itu biasa. Hal yang penting adalah mau belajar," tutur siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) ini.
Bagi Fattan, kemenangan bukanlah garis akhir yang harus dikejar mati-matian. Ia belajar bahwa setiap pertandingan adalah ruang untuk tumbuh, sementara kalah dan menang hanyalah dua sisi yang akan selalu mengiringi perjalanan seorang atlet.
Semangat pantang menyerah Fattan rupanya berbuah manis. Ia membuktikan mampu memetik posisi terbaik yaitu menggenggam medali emas pada International Karate Championship Yogyakarta YOT VI Kemenpora Cup 2026.
Remaja asal Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh itu mengisahkan menekuni dunia karate sejak usia empat tahun. Ketertarikannya bermula dari melihat aktivitas sang ayah, Farhan Adi, yang juga seorang guru karate. Keinginan itu pun mendapat dukungan penuh dari sang ibu, Dewi Fatchiyah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
