Perpaduan Tiga Bubur yang Bikin Ketagihan, Bubur Srintil Jajanan Baru Favorit di Pasar Rengrang
Bubur Srintil yang identik dengan Semarang, ada di Pasar Rengrang obyek wisata Dawuhan Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
Lembut, Kenyal, dan Manis, Bubur Srintil Tawarkan Sensasi Rasa Berlapis
DI antara deretan jajanan pasar yang dijajakan di kawasan wisata alam Desa Dawuhan, satu sajian mulai mencuri perhatian pengunjung bubur srintil.
Kuliner manis yang selama ini identik dengan Semarang itu kini bisa ditemukan di Desa Dawuhan, Kabupaten Banjarnegara.
PUJUD ANDRIASTANTO, Banjarnegara
Aroma santan hangat dan gula aren yang menguar dari mangkuk-mangkuk kecil di Pasar Rengrang kerap membuat pengunjung penasaran. Banyak yang awalnya datang hanya untuk menikmati suasana wisata alam, namun akhirnya ikut mencicipi bubur yang belum lama dikenal di daerah ini.
Penjual bubur srintil, Slamet mengatakan, sajian tersebut berbeda dari bubur pasar pada umumnya. Dalam satu mangkuk, beberapa jenis bubur dipadukan sekaligus.
BACA JUGA:Melihat Inovasi Wayang Sedulur Mudik dan Kopi Jaga Dalan Satlantas Polres Purbalingga
“Bubur srintil itu sebenarnya gabungan beberapa bubur. Ada bubur sumsum, bubur candil dari tepung ketan, dan bubur mutiara dari sagu. Semuanya disiram santan dan gula aren cair,” kata Slamet.
Menurutnya, perpaduan itu menciptakan sensasi rasa yang khas. Lembutnya bubur sumsum bertemu dengan kenyalnya candil dan mutiara, sehingga setiap suapan terasa berlapis.
“Ciri utamanya memang di teksturnya. Lembut, kenyal, dan manis gurih jadi satu. Karena itu banyak yang bilang bubur srintil terasa lebih lengkap dibanding bubur candil biasa,” ujarnya.
Slamet bercerita, bubur srintil mulai diperkenalkan di kawasan wisata Dawuhan sejak sekitar tahun 2017, bersamaan dengan berkembangnya destinasi wisata alam di desa tersebut. Namun hingga kini, sajian itu hanya dijual pada hari Minggu di Pasar Rengrang yang berada satu kawasan dengan objek wisata.
BACA JUGA:Mengenal Supinah, Pengrajin Anyaman Mendong Kalisalak, Produk Tembus Ekspor Amerika
Kehadiran bubur srintil, kata dia, perlahan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Banyak wisatawan yang sengaja mampir setelah mendengar cerita tentang bubur khas Semarang yang kini bisa dinikmati di Banjarnegara.
Sementara itu, aktivis wisata dari Pokdarwis Dawuhan, Supri menilai kehadiran kuliner tersebut membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisata.
“Pelaku usaha kuliner di sini mencoba menghadirkan makanan khas dari daerah lain supaya pilihan jajanan semakin beragam. Harapannya tentu bisa menarik lebih banyak wisatawan,” kata Supri.
Menurutnya, kehadiran bubur srintil di Dawuhan menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak selalu terikat oleh wilayah asalnya. Makanan bisa berpindah tempat, beradaptasi dengan destinasi baru, dan tetap digemari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
