Banner v.2

Prihatin Budiono (35), Pengrajin Sangkar Burung Ajibarang, Pasarkan Produk Unggulan Desa Ke Sumatera

Prihatin Budiono (35), Pengrajin Sangkar Burung Ajibarang, Pasarkan Produk Unggulan Desa Ke Sumatera

Budi memonitor produksi sangkar burung produktifitas pekerjanya, Selasa (3/2).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

Bertahan belas tahun lamanya, eksistensi Prihatin Budiono (35) sebagai pengrajin sangkar burung di Desa Banjarsari, Ajibarang terjaga. Sejak 2013, bermula sendiri, usaha Budi kini memiliki 25 amunisi tenaga kerja berkapasitas produksi 200 piece kandang sehari.

YUDHA IMAN PRIMADI, Banyumas

AGAK terpencil, produksi sangkar burung bernama Budi Sangkar lancar memasarkan produk dari desa ke kota bahkan Sumatera. Ditemui Radarmas pada Selasa (3/2) pagi, Budi sibuk memantau pengiriman sangkar burung produksi usahanya ke reseller lokal.

Tidak cukup dengan mobil, pemasaran produk Budi Sangkar juga mengerahkan sepeda motor.

"Satu pick-up kirim ke reseller-reseller Banyumas. Yang lain bergerak dengan sepeda motor sampai Cilacap," katanya.

Budi menjelaskan usahanya tidak hanya memasarkan produk sendiri. Sangkar berbagai jenis burung seperti Murai Batu dan Perkutut dari Jatim dan Jabar pun diambilnya untuk memenuhi permintaan pasar. Prinsip, di Budi Sangkar semua sangkar berbagai jenis dan ukuran burung ada.

Mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah ready.

"Kalau mengandalkan produk sendiri susah. Saya tidak gengsi menjual produk orang lain. Selama ada permintaan, sangkar apapun kami penuhi. Jangan sampai pembeli kecewa karena yang dipesan tidak siap," ungkap bapak beranak tiga.

Berbicara pemasaran, sangkar burung produksinya pada Desember 2025 dikirim sampai Riau. Tidak kurang dari 400 piece 26 jenis burung dipacking khusus dari Ajibarang. Sadar banyak resiko dalam pengantarannya karena produk yang diestafet antar ekspedisi di Jakarta, berapapun sangkar buru yang rusak saat diterima pihaknya siap mengganti.

"Tagihan Riau Rp 25 juta, langsung dp Rp 10 juta. Ini kepercayaan sekaligus tanggungjawab berat," pungkas Budi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: