Banner v.2

Lahan di Kawasan TPA di Gumilir Cilacap Terbakar, Penyebab Diduga karena Pembakaran Sampah

Lahan di Kawasan TPA di Gumilir Cilacap Terbakar, Penyebab Diduga karena Pembakaran Sampah

Petugas gabungan berupaya memadamkan kobaran api yang membakar area lahan TPA di Gumilir.-BPBD Cilacap Untuk Radarmas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kebakaran lahan terjadi di kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar TPU Congot, Jalan Bisma, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Selasa (7/7/2026) petang. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara api berhasil dipadamkan pada malam hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap Supriyadi mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan hasil kaji cepat, kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 500 meter persegi dari total area sekitar 1.728 meter persegi.

"Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak langsung terhadap warga," katanya, Rabu (8/7/2026).

BACA JUGA:Diduga Kelalaian Saat Bakar Sampah, Lahan di Tegalkamulyan Cilacap Selatan Terbakar

Asap yang muncul sempat menyebabkan pencemaran udara, dan dikhawatirkan api meluas apabila tidak segera ditangani. 

Menurut Supriyadi, BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman menggunakan dua unit sprayer pemadam gendong, satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, serta peralatan manual berupa gepyok bambu.

"Berkat kerja sama seluruh personel di lapangan, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman pada pukul 23.19 WIB," lanjutnya. 

Supriyadi mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari UPT PKBD Cilacap, Babinsa, Kasi Trantib, Pemerintah Kelurahan Gumilir, relawan, hingga masyarakat.

Ia juga mengimbau, masyarakat agar tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama saat musim kemarau. 

"Kami minta warga tidak membakar sampah secara sembarang dan segera melapor apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: