Banner v.2

Dua Balita Meninggal di Cilacap, Bupati Soroti Peran Orang Tua dan Pengawasan Anak

Dua Balita Meninggal di Cilacap, Bupati Soroti Peran Orang Tua dan Pengawasan Anak

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.-DOK RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dua kasus kematian balita yang terjadi di Kabupaten Cilacap dan sempat menyita perhatian nasional mendapat sorotan serius dari Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman. Peristiwa tersebut dinilai mencederai predikat Cilacap sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kasus pertama terjadi di Kecamatan Wanareja pada pertengahan 2025, di mana seorang balita tewas dibunuh oleh pacar ibunya sendiri. Sementara kasus terbaru terjadi di wilayah Cilacap Tengah, seorang balita meninggal dunia setelah diduga dibunuh oleh tetangganya.

Menanggapi dua peristiwa tragis tersebut, Bupati Syamsul mengaku sangat prihatin. Ia menegaskan perlunya penguatan peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak di lingkungan sehari-hari.

“Orang tua harus lebih protektif. Anak bermain dengan siapa, berada di lingkungan mana, itu wajib diketahui orang tua,” ujar Syamsul, Kamis (5/2/2026).

BACA JUGA:Dilaporkan Hilang, Balita Ditemukan Meninggal Dunia Terbungkus Karung

Selain keluarga, Bupati juga menyoroti peran dunia pendidikan dalam perlindungan anak. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas memberikan pelajaran, tetapi juga diharapkan menjadi figur pendamping dan pengawas bagi anak selama berada di sekolah.

“Guru di sekolah harus bisa menjadi teman sekaligus orang tua bagi anak-anak,” katanya.

Syamsul juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, salah satu pelaku dalam kasus tersebut diduga terpengaruh kecanduan pornografi. Hal ini menjadi peringatan serius bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap penggunaan telepon genggam oleh anak-anak.

“Kami kembali menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terutama terhadap penggunaan HP,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Cilacap akan mengoptimalkan peran Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA), khususnya dalam upaya perlindungan anak melalui sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Semua pihak harus terlibat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar, untuk benar-benar menjaga dan melindungi anak-anak kita,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: