Banner v.2
Banner v.1

Ruwatan Bencana Lesbumi Majenang, Ribuan Warga Doakan Keselamatan Cilacap

Ruwatan Bencana Lesbumi Majenang, Ribuan Warga Doakan Keselamatan Cilacap

Pagelaran wayang kulit berjudul Ruwat Ditya Karungkala - Ngilangna Dur Angkara di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung.- Imam Hamidi Antassalam -

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Rentetan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari longsor dan banjir di Cilacap, Banjarnegara, Sumatra Utara hingga Aceh, mendorong Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Majenang menggelar tradisi Ruwatan Bencana.

Kegiatan yang digelar baru-baru ini di Lapangan Candi Wulan, Dusun Ciampel, Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung berhasil menarik animo masyarakat sekitar. 

Ruwatan digelar melalui pagelaran wayang kulit berjudul “Ruwat Ditya Karungkala - Ngilangna Dur Angkara” dengan dalang ruwat Ki Sikin Hadi Warsono (67) dari Cinyawang, Patimuan.

Lakon menghadirkan tokoh Bima sebagai simbol kekuatan dalam menumpas keangkaramurkaan dan memohon penyucian alam dari marabahaya.

BACA JUGA:Cilacap Usulkan Tiga Warisan Budaya Takbenda Baru Tahun 2025

Ketua Lesbumi Majenang, Imam Hamidi Antassalam (Gus IHA), mengatakan ruwatan bencana merupakan tradisi yang sarat nilai edukasi, sosial, dan spiritual.

"Ruwatan bencana menjadi sarana memohon keselamatan sekaligus ikhtiar budaya untuk melindungi wilayah dari ancaman bencana," ujarnya, Selasa 02 Desember 2025.

Menurutnya, serangkaian kejadian bencana di banyak daerah menjadi latar pelaksanaan ruwatan.

"Dari bencana ke bencana, kejadian-kejadian ini mendorong kami menggelar ruwatan sebagai ikhtiar meruwat jagad," lanjutnya. 

BACA JUGA:Tiga Karya Budaya Cilacap Resmi Jadi WBTB Indonesia

Ribuan warga dari Majenang, Dayeuhluhur, Cimanggu, Wanareja hingga Karangpucung memadati lokasi acara. Kepala Desa Tayem Timur, Darsono Badilah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Semoga Tayem Timur selalu dijaga dari bencana dan diberi keberkahan," ucapnya.

Sementara itu Dalang Ki Sikin menegaskan, wayang ruwat bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan bagi masyarakat untuk menjaga alam.

"Bencana sering terjadi karena ulah manusia. Wayang ruwat mengingatkan kita agar tidak serakah dan selalu merawat bumi," tambahnya. (jul) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: