Ahmad Luthfi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pengolahan Pangan Lokal Bernilai Jual Tinggi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Final Showcase Lumbung Karya Indonesia di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Kamis, 1 Oktober 2026.-Humas Pemprov Jateng untuk Radarmas-
SEMARANG, RADARBANYUMAS.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus mendorong peningkatan nilai jual produk pangan lokal melalui upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya.
Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui berbagai pelatihan, memperluas cakupan pasar, hingga mengangkat potensi desa yang beraneka ragam.
Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Final Showcase Lumbung Karya Indonesia di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sebab, berdasarkan pendataan Sistem Informasi Data Tunggal Kementerian UMKM Tahun 2025, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,06 juta UMKM yang tersebar dari berbagai daerah.
BACA JUGA:Tinggal Sebulan, Dindagkopukm Purbalingga Kejar Sertifikasi Halal UMKM Sebelum 17 Oktober
Dari jumlah itu, sebesar 97,95% merupakan usaha mikro. Banyak produk UMKM berupa olahan pangan khas masing-masing daerah.
Luthfi berharap, bahan pangan lokal tersebut diolah menjadi produk yang memiliki kualitas, citra, legalitas, sertifikasi, dan akses pasar yang kuat. Dengan begitu, mampu menumbuhkan ekonomi daerah.
"Pangan lokal tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana bahan baku yang ada di daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, menciptakan peluang usaha, dan membuka pasar yang lebih luas," kata Luthfi.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng telah memberikan dukungan melalui pendampingan dan pembinaan UMKM. Bank Jateng juga sudah memberikan kredit dengan suku bunga rendah kepada UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas.
BACA JUGA:DCF 2026 Dorong Ekonomi UMKM hingga Pariwisata, Potensi Perputaran uang Capai Rp 50 M
Di satu sisi, keterlibatan stakeholder atau instansi lain juga penting. Misalnya seperti event Lumbung Karya Indonesia yang telah mengkurasi serta memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM.
"Saya mengapresiasi Lumbung Karya Indonesia. Kalau bisa event seperti ini bisa dilakukan setiap bulan," katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Maritim Kementerian Koordnator Bidang Pangan, Sugeng Santoso, mengatakan acara Lumbung Karya Indonesia memang sangat diperlukan untuk pengembangan UMKM. Terlebih tema yang diangkat kali ini berkaitan dengan pengolahan produk pangan lokal dan ketahanan pangan.
“Kami senang hadir ke sini untuk acara Lumbung Karya Indonesia ini, karena ada start up, ekonomi kreatif subsektor kuliner, dan UMKM. Tiga hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perekonomian. Apalagi di Jawa Tengah ini industri pengolahan, pertanian, dan pertanian menjadi penopang," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
