Banner Honda

UMP Dorong Pembelajaran STEAM, Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

UMP Dorong Pembelajaran STEAM, Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

UMP Dorong Pembelajaran STEAM, Siapkan Generasi Berdaya Saing Global.-HUMAS UMP UNTUK RADARMAS-

RADARBANYUMAS.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong penguatan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) sebagai salah satu pendekatan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional dan Workshop Pembelajaran STEAM bertema “Inovasi Pembelajaran STEAM untuk Mewujudkan Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global” yang diselenggarakan IKA Alumni Magister Pendidikan Dasar Pascasarjana UMP di Gedung A.R. Fakhrudin Kampus 1 UMP, Purwokerto, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan menghadirkan akademisi University College Sedaya International (UCSI) Malaysia, Prof. Ong Eng Tek, serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri, S.T.; Ketua PGRI Kabupaten Banyumas Sarno, S.Pd., S.H., M.Si.; Direktur Pascasarjana UMP Prof. Ahmad, Ph.D.; mahasiswa dan alumni Pascasarjana UMP, kepala sekolah, serta guru se-Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar UMP Assoc. Prof. Dr. Subuh Anggoro juga meresmikan kepengurusan IKA Alumni Magister Pendidikan Dasar UMP masa bakti 2026–2031.

STEAM Bukan Sekadar Gabungan Mata Pelajaran

Prof. Ong Eng Tek menjelaskan, STEAM merupakan pendekatan pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika untuk membantu peserta didik memecahkan persoalan dunia nyata melalui proses inkuiri dan praktik.

Menurutnya, STEAM bukan sekadar menggabungkan lima mata pelajaran, tetapi merupakan pendekatan transdisipliner yang membuat siswa menggunakan berbagai bidang ilmu secara bersamaan untuk menemukan solusi.

“STEAM berkaitan erat dengan pembelajaran mendalam (deep learning), karena STEAM menyediakan skenario dan metode untuk pembelajaran mendalam, sementara pembelajaran mendalam memberikan arahan teoretis untuk kedalaman dan kebermaknaan STEAM,” kata Prof. Ong.

Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis STEAM dapat membawa siswa keluar dari pola belajar yang hanya berorientasi pada hafalan. Siswa didorong untuk memahami, menerapkan, mengintegrasikan, hingga merefleksikan pengetahuan yang diperoleh.

“STEAM adalah ‘ladang’ untuk praktik pembelajaran mendalam, sedangkan pembelajaran mendalam adalah jiwa yang memandu STEAM menuju pengembangan kognitif tingkat tinggi,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diarahkan bertransformasi dari penerima pengetahuan secara pasif menjadi individu yang aktif mencari solusi dan mampu mentransfer pengetahuan ke dalam situasi baru.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Banyumas Sarno, S.Pd., S.H., M.Si. menegaskan inovasi pembelajaran juga harus didukung kualitas dan kompetensi guru.

Menurutnya, pekerjaan guru tidak sebatas menyampaikan materi, tetapi mencakup proses mendidik, membimbing, menilai sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Ia menyebut empat kompetensi guru, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: