Banner Honda

Kader Posyandu Gununglurah Cilongok Sulap Komoditas Lokal Jadi Menu Sehat Lintas Generasi

Kader Posyandu Gununglurah Cilongok Sulap Komoditas Lokal Jadi Menu Sehat Lintas Generasi

Kader Posyandu Gununglurah Cilongok Sulap Komoditas Lokal Jadi Menu Sehat Lintas Generasi--

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dalam upaya menekan angka masalah gizi dan memperkuat ketahanan pangan keluarga, Tim Pengabdian Masyarakat Smart Village 2026 yang terdiri dari Dosen Kesehatan Masyarakat  Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, menggelar aksi kolaboratif di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kegiatan bertajuk "Inovasi Menu Sehat Berbasis Komoditas Lokal: Kemitraan Partisipatif Bersama Kader Posyandu" ini sukses menggerakkan puluhan kader kesehatan untuk memproduksi hidangan padat gizi yang menyasar tiga kelompok usia kritis sekaligus: balita, remaja, dan lanjut usia (lansia) dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu Integrated Layanan Primer (ILP).

Berbeda dengan sosialisasi satu arah pada umumnya, kegiatan ini menerapkan metode pembelajaran aksi partisipatif (Participatory Action Learning). Para kader Posyandu tidak hanya mendengarkan materi, melainkan langsung terjun ke dapur untuk mempraktikkan teknik memasak (culinary skills), menjaga higiene sanitasi dapur, hingga menakar porsi ideal sesuai panduan isi piringku untuk masing-masing kelompok umur. Konsep ini dijelaskan oleh Nur Intan Kartika Sari, S.Tr.Keb., M.P.H beserta Qoni Oktanti, M.Kes

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Colti sistiarani, SKM., M.Kes menjelaskan bahwa pemilihan Desa Gununglurah didasarkan pada melimpahnya potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk variasi menu sehari-hari. Posyandu ILP juga telah berjalan serentak dengan melibatkan kelompok sasaran balita, remaja serta lansia. Menu untuk balita yaitu suwir ikan kembung pelangi, lalu menu untuk remaja yaitu fish popcorn sambel matah dan nasi daun jeruk, sedangkan menu untuk lansia adalah gadado ikan kuah kuning. Kegiatan pembuatan menu sehat ini belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga kegiatan ini dapat menginisiasikan dengan kegiatan pemberian PMT di pelayanan posyandu ILP.

"Kami ingin mendobrak stigma bahwa makanan sehat itu harus mahal. Melalui kemitraan partisipatif ini, kami melatih para kader memanfaatkan komoditas lokal yang terjangkau dan mudah didapat di sekitar Banyumas menjadi hidangan yang menggugah selera dan sarat gizi," ujarnya di sela-sela memantau jalannya praktik memasak.

Dalam sesi praktik bersama Siti Nurhayati, S.Pt., M.Kes beserta Ns. Waluyo Sejati, S.Kep., MM, ruang aula dipenuhi aroma harum bumbu alami. Para kader dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk meracik formula menu inovasi. Keterampilan klinis para kader, mulai dari teknik memotong bahan yang aman untuk kunyahan balita dan lansia hingga manajemen waktu memasak, dinilai secara ketat oleh tim penguji menggunakan lembar ceklist standar.

Puncak dari acara ini adalah uji daya terima (acceptability trial) yang melibatkan perwakilan sasaran riil secara langsung. Ibu-ibu yang membawa balita, perwakilan remaja desa, hingga kelompok lansia yang hadir dalam pelayanan Posyandu ILP untuk mencicipi dan memberikan penilaian langsung terhadap produk makanan yang dibuat oleh para kader.

Hasilnya sangat memuaskan. Menggunakan kuesioner skala hedonik dan metode analisis sisa makanan (plate waste method), mayoritas sasaran memberikan respon positif dengan kategori "Suka" hingga "Sangat Suka". Hidangan inovasi tersebut habis dikonsumsi oleh para peserta uji coba dengan sisa makanan yang sangat minim.

Kepala Desa Gununglurah Bapak Suyanto, menyambut baik jalannya program ini. Pihaknya berharap, lewat pelatihan intensif ini, para kader Posyandu tidak hanya menjadi pelaksana rutinitas penimbangan bulanan, melainkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan (agent of change) yang mandiri.

"Setelah ini, para kader memiliki tugas mulia untuk mendemonstrasikan dan menyebarluaskan resep-resep menu sehat ini kepada ibu-ibu di wilayah RT/RW masing-masing. Ini adalah langkah nyata dari desa kami untuk mencetak generasi sehat bebas sekaligus menjaga kualitas hidup para lansia secara berkelanjutan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: