Mahasiswa Farmasi UMP Ajak Kader PKK Desa Kalisalak Olah Ikan Nila sebagai Pangan Pendukung Pencegahan Anemia
Mahasiswa Farmasi UMP Ajak Kader PKK Desa Kalisalak Olah Ikan Nila sebagai Pangan Pendukung Pencegahan Anemia-HUMAS UMP UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pencegahan anemia sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Melalui PRO-INOVENA (Program Dapur Sehat dan Inovasi Pembuatan Produk Anti Anemia), Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan kegiatan tersebut sebagai upaya mengolah hasil BU NILA (Budidaya Nutrisi Ikan Lokal Anti Anemia) menjadi produk pangan yang bergizi dan lebih menarik bagi masyarakat.
Kegiatan PRO-INOVENA dilaksanakan melalui demonstrasi pembuatan otak-otak dan bakso ikan nila bersama perwakilan kader PKK Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas pada Kamis 6 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas masyarakat agar hasil budidaya ikan nila tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai gizi dan ekonomi.
Mengolah Hasil BU NILA Menjadi Produk Bernilai Gizi
Tim PPK Ormawa terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai manfaat ikan nila bagi kesehatan, khususnya dalam mendukung pencegahan anemia.
Dalam pemaparannya, Tasya Suci Rahmadani salah satu Anggota Tim PPK Ormawa menjelaskan bahwa ikan nila merupakan sumber protein hewani yang juga mengandung zat besi dan vitamin B12, dua zat gizi yang berperan dalam proses pembentukan sel darah merah.
"Zat besi dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin, sedangkan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah yang normal. Oleh karena itu, pemanfaatan ikan nila sebagai bagian dari konsumsi pangan bergizi diharapkan dapat mendukung pemenuhan zat gizi yang diperlukan dalam upaya mencegah anemia," ungkap Tasya.
Lebih lanjut dalam kegiatan demonstrasi, peserta diperkenalkan dengan tahapan pengolahan daging ikan nila menjadi otak-otak dan bakso ikan nila, mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan daging ikan, pencampuran bahan, pembentukan produk, hingga proses pemasakan.
"Perwakilan kader PKK Desa Kalisalak turut terlibat secara langsung dalam proses pembuatan. Keterlibatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kader sehingga nantinya mampu meneruskan inovasi pengolahan pangan tersebut kepada masyarakat secara mandiri," Jelasnya.
Otak-otak dan bakso dipilih sebagai bentuk diversifikasi olahan karena dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk rumah tangga.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun pola pemberdayaan yang terintegrasi, yaitu budidaya menghasilkan bahan pangan, dapur mengolahnya menjadi produk inovatif, dan masyarakat memanfaatkannya sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi.
Yasmine Aurellia menambahkan kader PKK Desa Kalisalak memiliki peran penting dalam keberlanjutan PRO-INOVENA. Melalui kegiatan demonstrasi, kader tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dipersiapkan sebagai penggerak yang dapat memperkenalkan dan mengembangkan inovasi produk olahan ikan nila di lingkungan masyarakat.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan PKK maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. Selain untuk pemenuhan pangan keluarga, produk olahan ikan nila juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.
"Dengan melibatkan kader lokal sejak proses pelatihan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pendampingan mahasiswa, tetapi mulai dibangun melalui kapasitas masyarakat Desa Kalisalak sendiri," ungkap yasmine.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
