Banner Honda

Tim Dosen UMP Kembangkan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Berbasis Energi Surya yang Ramah Lingkungan

Tim Dosen UMP Kembangkan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Berbasis Energi Surya yang Ramah Lingkungan

Tim Dosen UMP Kembangkan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Berbasis Energi Surya yang Ramah Lingkungan.-HUMAS UMP UNTUK RADARMAS-

RADARBANYUMAS.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat DPPM Tahun 2026 melaksanakan program penguatan kemandirian Pokdakan di Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada minggu, 2 Agustus 2026 lalu. Melalui penerapan teknologi budidaya ikan sistem bioflok berbasis energi surya. Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan budidaya ikan nila sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam kegiatan produksi sesuai SDGs Poin 7 yaitu mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy). 

Program pengabdian ini merupakan bagian dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek). Penerapan teknologi dalam program ini mengintegrasikan sistem bioflok dengan pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi untuk mendukung operasional budidaya ikan.

Program ini diketuai oleh Eqwar Saputra, S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UMP, dengan anggota tim Dewi Sulistyowati, Muhammad Azharul Rijal, S.Pi., M.Si. Dosen Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP, serta Eko Setiono, S.Pd., M.Si Dosen Program Studi D3 Budidaya Ikan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman.

Eqwar Saputra, S.T., M.T.  Ketua Tim Pengabdian menjelaskan dalam tahap awal pelaksanaannya, tim pengabdian melakukan pemasangan tujuh diffuser pada kolam bundar yang direncanakan digunakan untuk budidaya ikan nila. Ketujuh diffuser tersebut dipasang dengan jarak yang berbeda untuk mendukung distribusi udara di dalam kolam dan menjaga kondisi air agar sesuai dengan kebutuhan sistem bioflok.

"Selain pemasangan diffuser, kami juga melakukan pembuatan cagak atau dudukan panel surya sebagai bagian dari persiapan penerapan sistem energi terbarukan. Panel surya yang direncanakan digunakan memiliki kapasitas 2340 Wp dan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi pada sistem budidaya bioflok," ungkap Eqwar.

Pemanfaatan energi surya dalam sistem ini diharapkan dapat membantu mengurangi biaya penggunaan listrik sekaligus mendorong penerapan energi yang lebih ramah lingkungan. Integrasi energi surya dengan teknologi bioflok diharapkan dapat menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi kelompok mitra.

"Kegiatan pemasangan diffuser dan pembuatan dudukan panel surya dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 sebagai bagian dari tahapan awal penerapan teknologi. Tahap selanjutnya akan diarahkan pada penyelesaian instalasi sistem energi surya dan pengembangan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok," tandasnya. 

Slamet Riyadi selaku mitra pengabdian mengucapkan terimakasih atas bantuan dan binaan yang diberikan. Ia berharap pelatihan sistem bioflok dan panel surya dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan awal saja. 

"Kami berharap adanya pendampingan secara berkala untuk membantu mengatasi kendala yang mungkin nanti ada, karena panel surya ini hal baru bagi kami," tutupnya. 

Melalui penerapan teknologi tersebut, UMP berupaya mendorong peningkatan kemandirian Pokdakan dalam pengelolaan budidaya ikan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat masyarakat sesuai dengan SDGs Poin 7 yaitu mengenai Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy). (*/Chy)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: