Mahasiswa UMP Bangun Sistem Air Pintar di Desa, Teknologi IoT Perkuat Ketahanan Lingkungan Banjarparakan
Mahasiswa UMP Bangun Sistem Air Pintar di Desa, Teknologi IoT Perkuat Ketahanan Lingkungan Banjarparakan.-HUMAS UMP UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan inovasi sistem filtrasi air berbasis Internet of Things (IoT) dan pengolahan sampah mandiri di Desa Banjarparakan. Program yang diluncurkan pada Rabu (15/6) itu menjadi upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 yang didanai Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Dukungan itu menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
Melalui program tersebut, HMPS Teknik Kimia UMP memperkenalkan teknologi filtrasi air yang dilengkapi sistem pemantauan berbasis IoT. Teknologi itu memungkinkan warga memantau kualitas air secara real time sehingga ketersediaan air bersih tetap terjaga, terutama saat terjadi bencana atau penurunan kualitas sumber air.
Ketua Pelaksana Program Muhammad Arfan Shidiq mengatakan, pemanfaatan teknologi IoT menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman krisis air bersih. Sistem tersebut juga memudahkan warga mengambil keputusan lebih cepat ketika kualitas air mengalami penurunan.
“Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kualitas air secara cepat dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga,” ujarnya.
Selain menyediakan akses air bersih yang lebih aman, program ini juga mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik melalui daur ulang, hingga penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Kepala Desa Banjarparakan, Budi Widiantoro, S.E., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa UMP. Menurutnya, program tersebut menjawab kebutuhan desa dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Banjarparakan. Kami berharap teknologi dan sistem yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga sehingga memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.
Program tersebut juga mendapat pendampingan dari dosen Program Studi Teknik Kimia UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung.
Menurut Dini, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada hadirnya teknologi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan merawat inovasi yang telah diterapkan. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Melalui PPK Ormawa, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat. Program ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” jelas Dini Nur Afifah.
Melalui inovasi sistem filtrasi air berbasis IoT dan pengolahan sampah mandiri, HMPS Teknik Kimia UMP berharap Desa Banjarparakan dapat menjadi contoh desa yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
