UMP Luncurkan SIKADES CERDAS di Danasari, PPK Ormawa Dorong Literasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Warga
UMP Luncurkan SIKADES CERDAS di Danasari, PPK Ormawa Dorong Literasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Warga-Hu-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu. Melalui program bertajuk SIKADES CERDAS, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk mendorong terwujudnya desa yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan.
Grand launching digelar di Balai Desa Danasari pada Jumat (26/6) dan dihadiri Kepala Desa Danasari Saeful Anwar, S.Pd., jajaran Forkopimcam, BPD, LKMD, TP PKK, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Acara juga diikuti Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP Efi Miftah Faridli, M.Pd., Dosen Pembina HMPS PGSD sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa Tri Yuliansyah Bintaro, M.Pd., Ketua HMPS PGSD Adzra Hanifatun Nurkholis, dan Tim PPK Ormawa HMPS PGSD 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya dilakukan peluncuran resmi program yang menjadi awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Desa Danasari.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa HMPS PGSD 2026, Nabila Zahra Khairunnisa, mengatakan program tersebut bertujuan mengembangkan kapasitas organisasi mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi yang berkelanjutan. Program SIKADES CERDAS akan difokuskan pada pengembangan sistem informasi desa, kawasan edukasi, dan budaya literasi.
"Melalui program SIKADES CERDAS, kami berharap dapat berkolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi Desa Danasari," ujar Nabila.
Kepala Desa Danasari, Saeful Anwar, S.Pd., menyambut baik kehadiran mahasiswa UMP dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan PPK Ormawa 2026. Menurutnya, pemerintah desa telah mengikuti proses sejak survei hingga proposal program berhasil memperoleh pendanaan nasional.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Desa Danasari. Semoga mahasiswa dapat beradaptasi dengan masyarakat dan menjalankan program dengan baik," ungkapnya.
Dosen Pembina HMPS PGSD sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa, Tri Yuliansyah Bintaro, M.Pd., mengatakan program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengungkapkan HMPS PGSD berhasil lolos seleksi pendanaan nasional di tengah persaingan puluhan organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi.
Selama kurang lebih empat bulan, tim akan menjalankan enam program unggulan, yakni Ruang Aksara Cerdas, Ruang Cakap Digital, Ruang Cakap Finansial, Ruang Usaha Warga, Ruang Peduli Bumi, dan Ruang Digital Marketing. Seluruh program disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Danasari.
"Sebagai dosen pembimbing, saya berpesan kepada seluruh mahasiswa HMPS PGSD bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana atau laporan yang selesai dibuat. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan manfaat, muncul hubungan yang erat antara kampus dan desa, serta lahir inovasi yang dapat terus dijalankan meskipun program ini telah berakhir. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai: rendah hati dalam belajar dari masyarakat, santun dalam berkomunikasi, disiplin dalam menjalankan program, profesional dalam bekerja, serta menjaga nama baik universitas di mana pun berada," ungkapnya.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP, Efi Miftah Faridli, M.Pd., menambahkan PPK Ormawa berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) karena memiliki durasi pelaksanaan lebih panjang dan dirancang berkelanjutan. Ia menyebut pada 2026 UMP berhasil meloloskan lima tim penerima pendanaan PPK Ormawa, dengan HMPS PGSD menjadi satu-satunya tim yang menjalankan program di luar Kabupaten Banyumas melalui pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menutup kegiatan, Nabila kembali menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi membangun kolaborasi bersama masyarakat. Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara kampus, pemerintah desa, dan warga.
"Kami hadir bukan untuk mengubah masyarakat, melainkan untuk berjalan bersama masyarakat dan menyalakan lentera perubahan yang berkelanjutan," tuturnya. (At/Chy)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
