Etawalin Luncurkan Kemasan Edisi Khusus Maia Estianty di Jakarta Fair 2026
Maia Estianty bersama jajaran direksi PT Etos Kreatif Indonesia meresmikan peluncuran Etawalin Special Limited Edition Kemasan Maia Estianty melalui Royal Reveal di Booth Etawalin, sekaligus menyapa pengunjung dengan menjadi Queen Cashier dalam rangkaian -ETOS UNTUK RADARMAS-
JAKARTA, RADARBANYUMAS – PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) kembali memeriahkan Jakarta Fair Kemayoran 2026 dengan menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif. Pada ajang yang berlangsung 11 Juni hingga 12 Juli 2026 tersebut, perusahaan resmi meluncurkan Etawalin Special Limited Edition Kemasan Maia Estianty sebagai inovasi terbaru untuk semakin mendekatkan produk kepada masyarakat.
Peluncuran kemasan edisi terbatas ini menjadi salah satu agenda utama di booth Etawalin. Kemasan eksklusif tersebut menampilkan Brand Ambassador Etawalin, Maia Estianty, sebagai "RATU SEJAGAT (SEndi terJAGA kuaT)", yang merepresentasikan perempuan Indonesia aktif, produktif, dan percaya diri di setiap fase kehidupan.
Melalui inovasi tersebut, Etawalin memperkuat posisinya sebagai Ratunya Susu Herbal Sendi yang mendukung masyarakat menjaga kesehatan sendi dan tulang agar tetap bebas bergerak serta terus "Lebih Kuat Kejar Sehat".
Selain peluncuran produk, pengunjung Jakarta Fair juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow kesehatan "Herbatalk" bersama dr Lilir Amalini, SpN, CFIDN, AIFO-K, pemeriksaan kesehatan gratis, promo pembelian produk, hingga beragam aktivitas interaktif dengan hadiah menarik.
Maia Estianty mengungkapkan, di tengah aktivitasnya yang padat, menjaga kesehatan menjadi prioritas agar tetap bisa menjalani berbagai peran, termasuk menikmati waktu bersama keluarga.
"Dengan banyaknya aktivitas yang saya lakukan, mulai dari pekerjaan, liburan dan bepergian, menghadiri berbagai kegiatan dan acara, saya sering merasakan nyeri pinggang, nyeri lutut, nyeri tumit, sampai nyeri bahu yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari saya. Seiring bertambahnya usia, saya semakin sadar bahwa kesehatan itu harus dijaga dari dalam dan dari luar," ujar Maia.
Ia mengatakan, selain menjaga pola pikir tetap positif dan rutin berolahraga, dirinya juga mengonsumsi Susu Kambing Herbal Etawalin dua kali sehari sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Saya juga rutin mengkonsumsi Susu Kambing Herbal Etawalin dua kali sehari sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang saya jalani. Dengan tubuh yang lebih nyaman bergerak, saya bisa tetap produktif, menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, dan tentunya menggendong cucu dengan lebih nyaman. Bagi saya, kesehatan adalah investasi agar kita bisa terus menikmati setiap momen berharga dalam hidup," katanya.
Direktur Operasi dan Komersial PT Etos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra, mengatakan keikutsertaan Ethos dalam Jakarta Fair Kemayoran merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat Indonesia.
"Jakarta Fair Kemayoran menjadi momentum yang sangat penting bagi kami untuk memperkenalkan lebih dekat Susu Kambing Herbal Etawalin kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa kesehatan sendi dan tulang merupakan fondasi penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup," ujarnya.
Menurut Andik, Etawalin terus menghadirkan berbagai inovasi produk sesuai kebutuhan konsumen, mulai dari kemasan sachet yang praktis, Etawalin Delicate dengan kandungan rendah gula, hingga Etawalin Sereal.
"Tahun ini, kami juga menghadirkan Etawalin Special Limited Edition Kemasan Maia Estianty sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen setia, sekaligus memperkuat semangat Lebih Kuat Kejar Sehat. Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat posisi Etawalin sebagai Ratunya Susu Herbal Sendi dan market leader di kategori susu bubuk," katanya.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap Etawalin juga dibuktikan melalui berbagai penghargaan, di antaranya Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2025 dan Top Brand Award 2026.
Sebagai bagian dari rangkaian edukasi, Etawalin juga menghadirkan talkshow kesehatan bersama dr Lilir Amalini, SpN, CFIDN, AIFO-K. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa keluhan pegal linu dan nyeri sendi kini tidak hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia produktif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
