Banner Honda

BI Banyumas Bangun Tugu CBP Dari Limbah, Taman Literasi Manfaatkan Leruk Uang Dan Abu PLTU

BI Banyumas Bangun Tugu CBP Dari Limbah, Taman Literasi Manfaatkan Leruk Uang Dan Abu PLTU

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Taman literasi dan Tugu CBP di kawasan alun-alun Kota Lama Banyumas, oleh Asekbang (dua dari kiri), mewakili Bupati Banyumas dan pejabat Bank Indonesia, Minggu (4/10/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bank Indonesia (BI) menghadirkan konsep berbeda dalam pembangunan Tugu Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di kawasan Alun-alun Kota Lama Banyumas. Tak hanya menjadi tugu, kawasan tersebut dilengkapi taman literasi yang memanfaatkan limbah hasil pencacahan uang rupiah dan pembakaran PLTU Adipala.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Deny mengatakan pembangunan taman literasi dan Tugu CBP merupakan bagian dari upaya BI mendekatkan edukasi rupiah kepada masyarakat. Kawasan tersebut nantinya juga memuat informasi mengenai kebanksentralan, budaya, dan sejarah Banyumas.

"Bank Indonesia terus memikirkan dan terus melakukan berbagai upaya bagaimana bisa meningkatkan layanan ketersediaan uang rupiah kepada seluruh masyarakat," katanya usai peletakan batu pertama tugu dan taman literasi CBP di kawasan Alun-alun Kota Lama Banyumas, Minggu (4/10/2026).

Menurut Ramdan, taman literasi dan Tugu CBP tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga ruang pembelajaran bagi masyarakat. Keberadaannya diharapkan dapat mendorong kreativitas sekaligus memberikan pengetahuan kepada pengunjung.

BACA JUGA:Hadir di Acara BI Sulut, Dahlan Iskan Dorong Pengusaha Lokal Fokus Tingkatkan Kapasitas Produksi

Ramdan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan kawasan tersebut. Sinergi dilakukan antara BI Purwokerto, PT Pos Indonesia, dan PLTU Adipala, Cilacap untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

"Dan tentunya dengan Taman Literasi ini dengan Tugu CBP itu juga bisa menjadi ruang edukasi buat masyarakat untuk bagaimana terus mencintai rupiah dan bagaimana bisa mengembangkan berbagai ide inovasi kreatif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Banyumas," harapnya.

Taman literasi tersebut dibangun di atas lahan seluas 14 x 23,5 meter persegi, sedangkan tugu memiliki tinggi sekitar delapan meter. Area taman nantinya dilengkapi sejumlah panel edukasi yang membahas kebanksentralan, gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta budaya dan sejarah Banyumas.

Dengan fasilitas tersebut, pengunjung termasuk pelajar tidak hanya menikmati kawasan taman, tetapi juga mendapatkan pengetahuan melalui panel edukasi yang tersedia. Konsep ini membuat kawasan tersebut tidak sekadar menjadi ruang publik, tetapi juga sarana pembelajaran tentang rupiah dan Banyumas.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Mahdi Abdillah menjelaskan pembangunan kawasan tersebut mengusung konsep pemanfaatan kembali limbah atau daur ulang. Material yang digunakan berasal dari limbah hasil pencacahan uang rupiah serta limbah pembakaran PLTU Adipala.

"Jadi ada beberapa bagian yang memanfaatkan recycle dari limbah, baik limbah racik uang kertas atau leruk, ada juga limbah dari pembakaran PLTU Adipala," jelasnya.

Limbah pembakaran PLTU Adipala akan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block. Sementara limbah racikan uang kertas atau leruk digunakan sebagai material panel pada tugu maupun panel edukasi.

Mahdi mengatakan pembangunan taman literasi dan Tugu CBP ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan. Setelah selesai, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus ruang publik bagi masyarakat.

Dia menambahkan, konsep taman literasi yang dipadukan dengan Tugu CBP menjadi yang pertama di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Purwokerto. Berbeda dengan tugu pada umumnya, kawasan tersebut menjadikan unsur edukasi sebagai bagian utama pembangunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: