Banner Honda

Bantuan Air Bersih Tak Lagi Asal Disalurkan, Permintaan Warga Kini Dicek Ketat di Banyumas

Bantuan Air Bersih Tak Lagi Asal Disalurkan, Permintaan Warga Kini Dicek Ketat di Banyumas

Permintaan bantuan air bersih di Sumpiuh kini dievaluasi ketat agar penyaluran saat musim kemarau benar-benar tepat sasaran.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Permintaan bantuan air bersih saat musim kemarau kini tidak lagi otomatis dipenuhi. MDMC Kecamatan Sumpiuh memperketat penyaluran setelah menemukan sejumlah lokasi penerima belum siap saat bantuan akan dikirim.

Evaluasi dilakukan agar air bersih benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Penyaluran kini mempertimbangkan kesiapan penampungan, jumlah kebutuhan air, hingga jumlah kepala keluarga penerima manfaat.

Penasihat MDMC Kecamatan Sumpiuh, Sugeng Misngad, mengatakan langkah tersebut diambil setelah mengevaluasi kegiatan penyaluran air bersih yang selama ini berjalan. Menurutnya, keberadaan permintaan dari warga saja belum cukup menjadi dasar untuk mengirim bantuan.

"Setelah evaluasi, hasilnya kita harus pastikan bahwa penyaluran air bersih ke warga yang membutuhkan," jelas Sugeng, Kamis (3/9). Karena itu, kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan harus dipastikan terlebih dahulu.

BACA JUGA:Krisis Air Bersih Meluas, Kekeringan Landa 30 Desa di Kebumen

MDMC Kecamatan Sumpiuh mencatat, terkadang ada permintaan bantuan air bersih dari warga di sejumlah wilayah. Namun, ketika tim datang untuk melakukan penyaluran, sarana penampungan air di lokasi ternyata belum tersedia dan respons warga yang membutuhkan juga minim.

Kondisi tersebut menjadi alasan MDMC lebih cermat menentukan permintaan yang perlu direalisasikan. Langkah itu dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

"Jangan sampai ketika datang ke lokasi, belum siap, belum ada penampungan air, pastikan kebutuhan air berapa liter untuk dimanfaatkan berapa kepala keluarga," jelas Sugeng. Kesiapan sarana penampungan dan jumlah penerima menjadi pertimbangan penting sebelum air dikirim.

Selain kesiapan tempat penampungan, MDMC Kecamatan Sumpiuh juga memastikan bantuan air bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga secara bersama-sama. Penyaluran tidak diharapkan hanya dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air secara pribadi.

Selektivitas tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar terdampak kesulitan air bersih. Dengan sistem tersebut, penyaluran air diharapkan lebih efektif pada puncak musim kemarau.

"Sebelum droping, komunikasi dulu dengan tokoh yang minta air bersih, warga penerima manfaat apakah sudah siap," tandas Sugeng. Komunikasi dilakukan sebelum penyaluran untuk memastikan kebutuhan dan kesiapan warga penerima manfaat. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: