Ebeg Dongkrak Kunjungan Pasar Wijahan Banyumas, Pedagang Kemranjen Ingin Pasar Kembali Ramai
Pagelaran pentas seni kuda lumping di area parkir Pasar Wijahan untuk menarik minat masyarakat berkunjung di tengah perubahan pola belanja.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pedagang di Pasar Wijahan, Kecamatan Kemranjen, mulai mencari cara untuk mengembalikan keramaian pasar yang dinilai menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Salah satu upaya yang dilakukan warga pasar adalah menggelar seni kuda lumping atau ebeg di area pasar untuk menarik kembali minat masyarakat berbelanja.
Kepala Parkir Pasar Wijahan Wasiman mengatakan, menurunnya jumlah pengunjung menjadi bahan perbincangan serius di kalangan warga pasar. Sebab, pasar merupakan tempat keberlangsungan usaha pedagang untuk memperoleh pendapatan guna mencukupi kebutuhan hidup.
Warga Pasar Wijahan mulai memikirkan berbagai cara untuk menarik minat masyarakat agar kembali datang ke pasar. Upaya tersebut diharapkan dapat mendongkrak perekonomian wilayah sekaligus membantu memulihkan omzet para pedagang.
"Warga Pasar Wijahan berinisiatif menyelenggarakan seni kuda lumping di dalam area pasar untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke pasar," kata Wasiman, Selasa (1/9). Menurutnya, pertunjukan kesenian tradisional menjadi salah satu cara yang dipilih warga untuk menciptakan suasana berbeda dan mengundang lebih banyak pengunjung.
BACA JUGA:Pasar Segamas Purbalingga Disiapkan Jadi Episentrum Digitalisasi, 2.174 Pedagang Bakal Terintegrasi
Perubahan pola belanja masyarakat ditengarai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan minat datang ke pasar rakyat. Kemudahan berbelanja melalui berbagai platform penjualan daring membuat sebagian masyarakat mulai beralih dari pasar tradisional ke layanan belanja online.
Perubahan kebiasaan tersebut menjadi tantangan bagi pasar tradisional untuk mempertahankan eksistensi sekaligus menarik kembali minat masyarakat. Terlebih, Pasar Wijahan tidak setiap hari pasaran, melainkan hanya tiga hari dalam seminggu.
"Kita bersama-sama merawat pasar tradisional, melestarikan kesenian tradisional. Dengan adanya ebeg di pasar, masyarakat lebih banyak yang datang ke pasar dan dirasakan manfaatnya oleh pedagang," papar Wasiman yang juga selalu penanggung jawab acara.
Penyelenggaraan pentas seni kuda lumping telah melalui proses perizinan kepada Pengelola Pasar Wijahan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyumas serta pihak terkait lainnya yang berwenang. Pedagang berharap ke depan mendapatkan dukungan lebih untuk menggelar event yang berpotensi mendatangkan keramaian pengunjung.
BACA JUGA:Digitalisasi Pasar Diperluas, Empat Pasar Rakyat di Purbalingga Terapkan 100 Persen E-Retribusi
Pegiat Budaya Aditya Hera Nurmoko menuturkan, dibutuhkan kreativitas untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat. Pasar tidak semata menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang berkumpul dan berkegiatan bagi masyarakat.
Ia mendorong warga Pasar Wijahan untuk menjadikan event seni sebagai agenda rutin. "Event seni budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, juga berpotensi meningkatkan kunjungan ke pasar dan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan," tandas Aditya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
