Banner v.2

Warga Hanyut di Sungai Tajum Banyumas, Pencarian Masuk Hari Kelima

Warga Hanyut di Sungai Tajum Banyumas, Pencarian Masuk Hari Kelima

Proses pencarian korban hilang di aliran Sungai Tajum memasuki hari kelima, tim SAR memperluas penyisiran hingga ke area hutan sekitar lokasi kejadian. -BASARNAS UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Seorang warga dilaporkan hanyut di Sungai Tajum, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, saat tengah membersihkan aliran sungai yang meluap. Hingga hari kelima pencarian, korban masih belum ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui bernama Riswo (63), warga Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar.

Kejadian bermula saat korban beraktivitas di sekitar anak Sungai Tajum. Saat itu, kondisi air sedang meningkat akibat luapan sehingga diduga korban terseret arus.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya puing-puing di lokasi kejadian. Temuan itu menjadi petunjuk awal bagi tim dalam melakukan pencarian.

BACA JUGA:Tim SAR Perluas Pencarian Korban yang Hanyut di Sungai Kretek Kebumen

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh saksi kepada perangkat desa setempat. Laporan kemudian diteruskan ke Kantor SAR Cilacap untuk meminta bantuan pencarian.

Memasuki hari kelima pada Selasa (7/4), tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian. Area penyisiran diperluas hingga ke sepanjang aliran sungai dan kawasan hutan di sekitarnya.

Tim dari BASARNAS bersama unsur SAR lainnya dikerahkan dalam operasi ini. Seluruh personel bekerja dengan strategi yang dibagi dalam dua tim pencarian.

Komandan Tim Rescue, Fajar Adi, menjelaskan pencarian dilakukan melalui pembagian dua Search and Rescue Unit (SRU). Metode ini digunakan untuk memaksimalkan jangkauan pencarian.

BACA JUGA:Pencarian Bocah Hanyut di Banyumas Meluas, Tim SAR Sisir Sungai Tajum hingga Perbatasan Cilacap

"SRU 1 melanjutkan penyisiran ke arah hilir Sungai Tajum menggunakan LCR untuk memaksimalkan pencarian. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran di area hutan sekitar sungai," jelas Fajar.

SRU 1 melakukan pencarian melalui jalur air menggunakan perahu karet bermesin. Penyisiran dilakukan sejauh 8 kilometer dari Jembatan Maos, Kabupaten Cilacap menuju hilir Sungai Serayu.

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian darat di kawasan hutan sekitar Sungai Tajum. Area yang disisir mencapai radius hingga 2 kilometer dari titik awal kejadian.

Namun hingga hari kelima, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil. Korban maupun tanda-tanda keberadaannya masih belum ditemukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: