Banner Honda

Hoaks dan Provokasi Bisa Ganggu Kerukunan, Polres Banjarnegara Perkuat Komunikasi Lintas Agama

Hoaks dan Provokasi Bisa Ganggu Kerukunan, Polres Banjarnegara Perkuat Komunikasi Lintas Agama

Kapolres Banjarnegara saat menggelar silaturahmi bersama FKUB untuk menjaga kerukunan dan tangkal hoaks.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penyebaran hoaks, serta ujaran kebencian dan provokasi di media sosial, menjadi perhatian Polres Banjarnegara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Banjarnegara, AKBP Dr Aruma Chandra Dewi, meminta pada masyarakat termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh lintas agama, menjadi penyejuk di tengah maraknya informasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman.

“Adanya tantangan Kamtibmas yang semakin kompleks di era digital. Penyebaran informasi yang begitu cepat dapat menjadi persoalan apabila tidak disertai dengan kehati-hatian, terutama terkait hoaks, ujaran kebencian, provokasi maupun informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman,” kata Aruma, Rabu (30/9/2026).

Dia mengajak masyarakat membiasakan diri memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berkaitan dengan kelompok atau kehidupan antarumat beragama.

BACA JUGA:Bekali Pelajar Paham AI, Polres Purbalingga Tingkatkan Literasi Digital dan Tangkal Hoaks

“Mari kita kedepankan kedamaian, toleransi, saling menghormati, serta bersama-sama mencegah berkembangnya narasi kebencian yang dapat mengganggu kerukunan,” ujarnya.

Menurut Aruma, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Sinergi Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen diperlukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Dia menyebut, FKUB memiliki posisi strategis sebagai penghubung komunikasi antarumat beragama. Karena itu, Polres Banjarnegara mengajak FKUB dan berbagai elemen masyarakat memperkuat komunikasi serta mendeteksi potensi persoalan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, mari kita berkomitmen untuk menjaga persaudaraan, menangkal hoaks, mencegah provokasi dan mengantisipasi setiap potensi konflik sejak dini. Rasa aman bukan hanya tentang tidak adanya gangguan, tetapi juga tentang adanya rasa saling percaya dan saling menghormati satu sama lain,” pungkas Aruma.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: